10 Fakta Menakjubkan Tentang Ka’bah adalah salah satu topik bahasan artikel kali ini. Sebagaimana diketahui, Ka’bah merupakan  tempat yang paling suci bagi seluruh umat Muslim. Ka’bah terletak di pusat Masjidil Haram, di Makkah

Ka’bah menjadi patokan arah sholat sekaligus menjadi salah satu titik sentral dalam ibadah haji dan umroh.  Di mana pun di dunia, umat Islam harus menghadapi Ka’bah selama sholat, yang dikenal sebagai menghadap arah kiblat.

 

Fakta Tentang Ka'bah

Bangunan Ka’bah senantiasa menarik untuk dikunjungi, disanalah umat muslim merasa sangat dekat dengan Sang Maha Pencipta, Allah SWT. Berbagai sudut pandang pun menghiasi keberadaan Ka’bah. Selama ribuan tahun berbagai penelitian, pendapat dan argumen pun tak habis – habisnya membahas tentang Ka’bah.

Segala penelitian dengan berbagai sudut pandang yang diberikan, baik dari sisi sosial, religius, sejarah dan perkembangan Ka’bah itu sendiri. Berikut kami uraikan 10 Hal Menakjubkan Tentang Ka’bah yang mungkin belum banyak di ungkap.

 

  1. Ka’bah Telah Beberapa Kali di Rekonstruksi

Sebagai bagunan tertua di muka bumi, Ka’bah telah beberapa kali diterjang oleh bencana alam seperti banjir, bencana alam, dan juga diserang. Akibatnya, Ka’bah pun mengalami kerusakan dan dibangun kembali.

Peristiwa yang cukup menyita perhatian serius adalah ketika Ka’bah direnovasi 5 tahun sebelum turun nya wahyu keNabian Muhammad SAW.  Saat itu Makkah dilanda banjir, hingga mengakibatkan Ka’bah hampir ambruk di terjang banjir bandang.

Dalam artikel kami tentang Sejarah Hajar Aswad , para kabilah dalam suku Quraisy bertikai siapa paling berhak mendapat kehormatan meletakan kembali hajar Aswad ke tempat asalnya.  Dengan izin Allah, Muhammad SAW yang kala itu belum diangkat sebagai Rasul, memberikan solusi cerdas dalam menyelesaikan masalah.

Kebanyakan sejarawan mengklaim bahwa Ka’bah telah direkonstruksi sekitar 12 kali hingga saat ini. Namun sedikit yang mengetahui bahwa Renovasi terakhir Ka’bah terjadi pada tahun 1996. Ka’bah di rancang dengan  menggunakan teknologi terbaru untuk memperkuatnya terhadap ancaman bencana.

Renovasi terbaru terjadi pada tahun 1996 menggunakan teknologi terbaru untuk memperkuatnya terhadap bencana (bencana alam, serangan, dll.) Tidak banyak referensi  yang menyebutkan proses rekonstrusi di zaman modern itu. Namun yang jelas saat rekonstruksi berlangsung Ka’bah di tutup dengan pagar putih yang menonjol di sekitarnya.

Ka’bah di rekonstruksi hingga ke pokok pondasi untuk memperkuat struktur bangunan. Pembangunan ini berlangsung selama kurang dari satu bulan.

 

Renovasi Ka'bah

 

  1. Warna Kiswah Tidak Selalu Hitam

Kiswah saat ini adalah kain yang berwarna hitam yang menutupi digunakan untuk menutupi Ka’bah. Tapi satu hal Menakjubkan Tentang Ka’bah, dimana sebenarnya warna yang digunakan tidak  selalu hitam seperti yang biasa dipikirkan jamaah haji dan umroh pada umumnya

Tradisi menutupi Ka’bah dengan Kiswah dimulai pada masa pemerintahan suku Jurhum. Sejarah mencatat bahwa Ka’bah sudah berkerudung kiswah sejak zaman Nabi Ismail AS. Pada masa itu Kiswah terbuat dari kulit unta.

Belakangan, Rasulullah SAW menyampirkan Kiswah pada Ka’bah dengan kain putih yang berasal Yaman. Merah berlajur, hijau dan putih adalah beberapa warna yang digunakan oleh khalifah yang berbeda.

Abbasiyah akhirnya memutuskan pada warna hitam untuk mengakhiri perubahan warna yang sering terjadi pada Kiswah hingga saat ini. Pabrik Kiswah sendiri dibangun di Makkah mulai tahun 1926. Sebelumnya Kiswah dibuat di Mesir dan diangkut dengan pengawalan sangat ketat menggunakan Unta

Kiswah Utsmaniyah

 

  1. Bentuk Ka’bah telah Berubah

Ka’bah pada awalnya berbentuk sesuai dengan letak dasar pondasi yang diletakkan dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail. Bentuk awal Ka’bah dahulu tidak seperti saat sekarang ini. Ka’bah dibangun dengan bentuk kubus saat dibangun kembali oleh kaum Quraisy, 5 tahun sebelum wahyu Ke-Nabian Muhammad SAW

Saat itu ka’bah dilanda banjir bandang dan rusak. Guna menjaga pamor dan kesucian Ka’bah, orang Quraisy pun sepakat membangun kembali seluruh struktur Ka’bah dengan menggunakan dana dari usaha yang baik.

Mereka tidak mau mengambil dana untuk pembangunan Ka’bah dari mahar yang didapat secara zhalim. Termasuk diantaranya  transaksi yang mengandung riba maupun hasil kedzaliman kepada seseorang lain nya. Karena kurangnya dana, maka Ka’bah menyisakan ruang yang hanya dipagari oleh tembok rendah (al-Hatim) yang berbentuk setengah lingkaran.

Saat itu  yang menjadi pimpinan proyek pembangunan kembali Ka’bah adalah seorang arsitek yang berasal dari romawi yang bernama Baqum.

 

  1. Ka’bah Memiliki Dua pintu

Hal Menakjubkan Tentang Ka’bah  lain nya tentang Ka’bah adalah Ia sebenarnya memiliki dua pintu. Ka’bah pernah dilengkapi dengan dua pintu, satu pintu digunakan untuk masuk dan satu lagi untuk keluar.

Pintu nya pun mencapai dasar tanah, selain Itu Ka’bah juga memiliki satu buah jendela di salah satu dinding. Saat terjadi Badai, angin kencang sempat menyobek kiswah pada musim haji tahun 2018. Terdapat gambaran jelas bekas pintu kedua Ka’bah yang telah ditutup

Pintu ini dibangun oleh Abdullah bin Zubair RA pada saat Ia terpilih menjadi Khalifah ditahun  64 Hijriah. Sebenarnya keinginan Ka’bah memiliki dua pintu sudah dicetuskan oleh Rasulullah SAW.

Namun karena kurangnya dana, Rasulullah SAW tidak dapat menyelesaikannya, dan baru terwujud saat masa pemerintahan  Abdullah Bin Zubair RA.

Meskipun Ka’bah dengan dua pintu ini masih menjadi perdebatan, yang jelas saat ini Ka’bah hanya memiliki satu pintu. Tanpa ada jendela, dan dasar pintu dinaikkan sekitar 2 meter dari permukaan tanah. Pada bagian dalam Ka’bah hanya terdapat satu pintu untuk mengakses ke atap.

 

Pintu Rahasia Ka'bah

 

  1. Apa Isi yang ada di dalam Ka’bah?

 

Banyak dari jamaah umroh maupun haji yang bertanya – tanya mengenai apa isi di dalam Ka’bah. Maklum saja, tidak setiap orang diberikan kesempatan untuk melihat isi di dalam Ka’bah. Namun setidaknya sebuah video memperlihatkan bagian dalam Ka’bah

Hal Menakjubkan Tentang Ka’bah pun sedikit terjawab jika kita melihat video tersebut secara detail. Bagian dalam Ka’bah ditopang oleh tiga pilar kayu utama yang berwarna coklat . Banyak lentera tergantung di antaranya.

Sebuah meja kecil terletak  di antara pilar-pilar. Tentu saja isi nya bukan jimat, namun menurut beberapa sumber berisi parfum dan wewangian. Sebuah Plakat tergantung di dinding, sebagai tanda peringatan siapa saja penguasa yang memperbaiki.

Pada bagian atas dinding Ka’bah bagia dalam terlihat kain berwarna hijau yang disulam dengan ayat-ayat Alquran. Dinding kanan memiliki pintu yang dilapisi emas yang sering disebut Bab At-Taubah. Jika pintu dibuka, maka terdapat akses ke tangga menuju ke atap.

 

  1. Hajar Aswad Rusak

Dalam tulisan kami sebelumnya tentang Bentuk Hajar Aswad , Hajar Aswad sebenarnya berasal dari bahasa Arab yang berarti batu hitam. Walaupun begitu, Hajar Aswad yang ada di Ka’bah itu warnanya tidaklah pekat, melainkan hitam kemerah-merahan.

Bentuknya seperti telur dan terdapat bintik-bintik merah dan kuning bekas pecahan. Lingkarannya sekitar 30 cm, yang kini dikat dengan semen dan diberi “wadah pita” berwarna perak.

Pemberian pita perak ini sudah menjadi kebiasaan sejak zaman Abdullah ibn Zubair, pada akhir kekhalifahan Khulafaur Rasyidin.

Dahulu, Hajar Aswad sebenarnya berbentuk batuan utuh yang ukuran nya diperkirakan sekitar 30 cm. Namun kini hanya berbentuk 15 pecahan yang ditanam dalam sebuah matriks semen sebagai pengikatnya.

Hal Menakjubkan tentang Ka’bah khususnya mengenai Hajar Aswad dalam salah satu riwayat populer, dinyatakan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS

Selama ribuan tahun, Kerusakan pada hajar Aswad terjadi karena berbagai peristiwa. Beberapa diantaranya termasuk banjir, pengepungan, dan pencurian. Pencurian yang terkenal terjadi pada tahun 317H, pada masa pemerintahan al Qahir Billah Muhammad bin al Mu’tadhid. Selama 22 Tahun Hajar Aswad dicongkel dari tempatnya

Batu Hajar Aswad

 

 

  1. Keturunan Bani Syaibah Menjadi “Juru Kunci” Ka’bah

Sama seperti bangunan rumah pada umumnya, Ka’bah juga memiliki kelengkapan berupa dinding, tembok, talang, dan pintu yang terkunci. Berbeda dengan msa yang lalu, Ka’bah saat ini selalu ditutup rapat dan dikunci. Sebuah hal yang menakjubkan tentang Ka’bah dimana tidak sembarang orang bisa masuk dan berdo’a di dalam Ka’bah.

Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan masuk atas sepengetahuan dan seizin Raja Arab Saudi. Pertanyaan nya adalah siapa yang diberi kehormata menjadi “juru kunci” sekaligus penjaga bangunan Ka’bah?

Tersebutlah Saleh Syaibah seorang Syekh dari Bani Syaibah, yang telah secara turun temurun dipercaya sekaligus menjadi juru kunci Ka’bah.  Menurut sejarah dan beberapa riwayat hingga hari ini, Anak cucu dari keturunan Bani Syaibah dipercaya untuk merawat Ka’bah, termasuk yang menyimpan kuncinya..

Hal ini telah berlangsung lebih dari 16 abad, bahkan sebelum Muhammad SAW diangkat sebagai Rasulullah. Pada zaman Rasulullah, Utsman bin Talhah lah yang bertugas merawat Ka’bah.

Lalu, sepeninggal Utsman bin Talhah kunci Ka’bah diwariskan kepada saudaranya, Syaibah, dan diteruskan oleh generasi Bani Syaibah hingga saat ini.

 

  1. Pembersihan Ka’bah diadakan Dua Kali Setahun

Kain Kiswah memang diganti pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahun nya, namun acara pembersihan Ka’bah diadakan dua kali dalam satu tahun. Upacara pembersihan biasanya dilakukan pada bulan Sya’ban dan Muharram.

Pembersihan Ka’bah ini benar – benar dilakukan secara nyata, bukan ritual, bukan pula upacara penyembahan. Yang bertanggung jawab atas acara pembersihan Ka’bah ini dilakukan oleh keluarga Bani Syaibah. Namun tradisi pencucian Ka’bah ini biasanya dipimpin langsung oleh Raja Arab Saudi yang saat ini dijabat oleh Salman bin Abdulaziz

Pencucian Ka’bah merupakan Hal yang menakjubkan tentang Ka’bah yang banyak di nantikan oleh para jamaah umroh yang ada di kota suci Makkah.

Saat itulah bagian dalam Ka’bah di buka dan dibersihkan. Campuran pembersih khusus disiapkan pada acara itu. Cairan yang terdiri atas Air Zam – Zam, air mawar Taif dan minyak Oud (parfum) khusus yang tentu saja harga nya tidak murah

Selain Raja dan keluarga Bani Syaibi, Gubernur Makkah, Imam, Bilal, Mufti dan para pembesar, serta beberapa pejabat Saud Arabia juga  turut berpartisipasi dalam upacara tersebut.

 

  1. Dahulu Semua Jamaah Bebas Keluar – Masuk Ka’bah

Hal menakjubkan lain tentang Ka’bah pada jaman dahulu dimana setiap jamaah umroh maupun haji bebas keluar masuk dan beribadah (sholat) di dalam Ka’bah. Ya, dahulu Kabah dibuka untuk umum dua kali sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis.

Fakta Ka'bah

Namun, seiring bertambahnya populasi umat Muslim yang melaksanakan ibadah umroh dan haji, jelas Ka’bah tidak mampu menampun jutaan jamaah. Kini Ka’bah hanya dibuka rutin dua kali dalam setahun untuk dibersihkan. Diluar itu hanya pejabat dan tamu raja saja yang memiliki akses masuk kedalam Ka’bah.

 

10. Thawaf di sekitar Ka’bah tidak pernah berhenti

Salah satu hal menakjubkan tentang ka’bah dan diluar akal pikiran serta nalar manusia adalah thawaf mengelilingi  Ka’bah tidak pernah berhenti. Selama 24 jam penuh, setiap hari Masjidil Haram tidak pernah sepi. Dan Thawaf pun hanya berhenti sejenak ketika sholat berjamaah diadakan.

Layaknya planet yang mengitari matahari sebagai pusat tata surya, begitulah umat Islam dari seluruh penjuru dunia terus bergerak mengitari Ka’bah.

Bahkan sebuah foto lama memperlihatkan bagaimana orang – orang terus melakukan thawaf meskipun air menggenangi Ka’bah dan Masjidil Haram. Bahkan dengan berenang sekalipun

Hal Menakjubkan tentang Ka'bah