Sebutan Lain Makkah dalam Al Qur’an

Saat ini seluruh umat muslim di Dunia mengenal Kota Makkah, namun sebenarnya Makkah memiliki nama lain Makkah yang disebutkan di dalam Al Qur’an. Makkah menjadi salah satu kota terpenting sekaligus menjadi Kota bersejarah bagi perkembangan umat Islam.

 

Nama Lain Kota Makkah

Di Kota terdapat Masjidil Haram dan Ka’bah yang merupakan kiblat umat muslim di segenap belahan dunia.  Jutaan umat muslim setiap hanrinya berbondong – bondong menuju kotas Makkah. Makkah kini juga menjadi tujuan utama untuk menunaikan ibadah haji dan umroh.

Sejarah Berdirinya Kota Makkah yang panjang dan erat dengan perkembangan Islam membuat kota ini begitu istimewa dan tidak habis – habisnya untuk diulas.

Salah satu yang menarik untuk diulas adalah pengetahuan dasar seputar nama lain Kota Makkah yang terdapat di dalam Al Qur’an. Mungkin tak banyak diketahui orang, padahal  Kota Makkah menjadi salah satu kota yang banyak disebutkan dalam Al Qur’an dengan segala julukan nya.

Di dalam Al Qur’an baanyak kota atau negara yang disebutkan. Kota Makkah sendiri tidak hanya disebutkan dalam Alquran dengan satu sebutan saja. Melainkan dengan bermacam-macam sebutan.

 

Nama – Nama Lain Kota Suci Makkah

Sesuai budaya arab, bila mereka mengagumi dan menghormati sesuatu, maka mereka akan memberi gelar dan julukan yang banyak padanya. Oleh karena itu, Makkah memiliki nama yang sangat banyak, yaitu hampir 50 nama. Berikut adalah beberapa di antara nama-nama Makkah tersebut.

  1. Makkah

Dibandingkan dengan julukan atau panggilan yang lain, julukan Makkah lebih akrab didengar oleh seluruh umat Islam. Masyarakat Arab sendiri sebenarnya menyesuaikan diri dengan nama yang tercantum dalam al-Qur’an. Julukan Makkah ini didasarkan pada al-Qur’an surat al-Fath ayat 24, seperti berikut:

“Dan, Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinaskan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah, sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka. Dan, adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Fath 48:24).

2. Bakkah

Julukan ini jarang sekali digunakan sebagai panggilan. Sebab, rata-rata masyarakat Arab menggunakan bahasa yang lebih mudah dalam pengucapannya. Sehngga, mereka lebih menyesuaikan senang menggunakan sebuatan Makkah darpada Bakkah. Meskipun demikian, julukan in juga pernah dgunakan Allah dalam firman-Nya surat Ali’Imran ayat 96:

Ali Imran 96 Ka'bah

Dalam sebuah keterangan, ayat ini merupakan bantahan bagi ahli kitab yang mengatakan dan meyakini bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis.

3. Al-Balad

Al-Balad yang berarti “kota”, merupakannama salah satu surat dalam al-Qur’an. Maksud dari al-balad itu sendiri adalah kota Makkah. Dengan demikian, salah satu julukan yang dsandang oleh kota Makkah adalah al-Balad. Hal in sesuai dengan al-Qur’an ayat 1 berikut:

“Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Makkah)”. (QS. Al-Balad 90:1).

4. Qaryah

Qaryah berasal dari bahasa Arab yang bermakna “desa”, yang juga menjadi salah satu julukan untuk kota Makkah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, dalam al-Qur’an surat al-Nahl ayat 12:

“Dan, Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah. Karena itu, Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”, (QS. An-Nahl 16:112).

5. Nama-Nama yang Lain Kota Makkah

Selain nama dan julukan yang berdasarkan Al-Qur’an tersebut, Makkah juga mempunyai banyak nama, di antaranya Ummul Qura, An-Nassasah, Al-Hatimah, Al-Haram, Al-Shalah, Al-Bassah, Al-Ma’az, dan sebagainya.

 

Batas-Batas Tanah Suci Makkah

Sebelum Makkah menjadi kota seperti sekarang ini, sudah sejak dahulu Makkah mempunyai “daerah haram” atau “daerah suci”. Perbatasan-perbatasan tanah suci inilah yang menjadi Miqat (untuk niat ihram), bagi orang Islam yang hendak melaksanakan Umrah.

Nabi Ibrahim adalah salah satu pencetus pertama tentang batas-batas tanah yang dikategorikan tanah suci. Hal ini tidak dilakukan dengan kehendaknya atau berbagai kepentingan dari sisi kemanusiaanNya, melainkan ditunjukkan oleh Malaikat Jibril, yang tentunya hal ini bersumber dari perintah Allah SWT. Dalam hal ni, Nabi Ibrahim hanya menjalankan perintah saja.

Perbatasan yang telah dipasang oleh Nabi Ibrahm ini tidak ada yang berani mengubah, sampai akhirnya Makkah ditaklukkan oleh Muslimin (terkenal dengan a’amul fathi). Nabi Muhammad SAW, kemudian memerintahkan kepada sahabat yang bernama Tamim Ibn Asad untuk memperbaharui batas-batas suci tersebut.

Wilayah Tanah Suci Makkah terbentang sepanjang 127 km, dengan luas kurang lebih 550 km persegi. Tanda batas suci tersebut kemudian diperbaharui kembali pada masa Khalifah Umar Bin Khatab. Saat itu tanda – tanda batas Tanah Suci itu mencapai 943 buah.

 

Batas Tanah Haram Makkah

Banyak tanda batas tanah suci  yang ditancapkan baik itu di atas gunung, bukit, lembah, maupun di tempat-tempat yang tinggi. Namun, kebanyakan dari tanda-tanda tersebut telah terpendam,

Sekarang, kerajaan Saudi telah membangun tugu tanda perbatasan tanah suci di setiap perbatasan.

“Tanah Haram” di wilayah kota Makkah Al Mukarramah yang memiliki banyak keistimewaan. Di antaranya keistimewaan yang diberikan bagi orang yang ihram, baik untuk haji maupun umrah, semua syarat ihram wajib dipenuhi sebelum masuk melintasi batas Tanah Haram.

Keberadaan segala jenis pepohonan dan binatang yang berada di Tanah Haram tidak boleh diganggu-gugat, kecuali membahayakan. Ini merupakan bagian dari keberkahan yang Allah berikan kepada Kota Suci Makkah dan daerah di sekitar Ka`bah.

 

Tanah Haram, Jaminan Kemanan

Siapa saja yang memasukinya, diberi jaminan keamanan. Bukan hanya manusia, binatang dan tumbuhan yang berada di dalamnnya pun turut merasakan. Maka, jika dilihat dan diperhatikan lebih terperinci, keberadaan batas tanah suci yang telah ditentukan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dari arah Jeddah, kita akan melewat batas tanah suci yang disebut Hudaybiah (sekarang disebut Syumaisy), yang jaraknya sekitar 22 km dari Masjidil Haram.
  2. Dari arah selatan, kita akan melewati batas tanah suci yang disebut Idha’ah Libn, yang jaraknya 12 km dari Masjidil Haram.
  3. Dari arah timur, kita akan melawati batas tanah suci yang disebut Wadi Urnah, yang jaraknya 15 km dari Masjidl Hram.
  4. Dari arah timur laut, kita kan melewati batas tanah suci yang disebut Ji’ranah, yang araknya sekitar 16 km dari Masjidil Haram. Bila anda pernah umrah, pasti pernah berkunjung ke sana, yaitu saat city tour.
  5. Dari arah utara, kita kan melewati batas tanah suci yang disebut Tan’im, yang jaraknya sekitar 7 km dari Majidil Haram. Pada saat jamaah haji atau umroh masuk Makkah dari Madinah, pasti akan melewati daerah ini, di mana di sebelah kiri jalan ada masjid lumayan besar bernama Masjid A’isyah (tan’im).

Satu yang perlu diingat dalam penentuan batas tanah haram adalah seluruh tanah yang ada di Makkah itu tanah haram. Ketika Rasulullah melakukan perjanjian Hudaibiyah, sebagian wilayah berada di tanah halal, sementara bagian yang lain di tanah haram. Saat datang waktu sholat  Nabi shalat di bagian tanah haram.

 

Batas Tanah Haram Masjidil Haram

Saat jamaah umroh dan haji membludak, sebagian jamaah shalat di sekitar pertokoan, maka walaupun shalat di emperan pertokoan dan hotel sekitar Masjidil Haram mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang shalat di dalam Masjidil Haram.