6 Fakta tentang Masjid Miqat Tan’im

Masjid Miqat Tan’im  terletak pada jarak hanya beberapa kilometer dari Masjidil Haram. Masjid ini terkenal dengan keindahan bangunan nya, yang menginspirasi banyak masjid di dunia yang berukuran serupa.

Masjid ini sangat terkenal, dan jamaah umroh dari segenap penjuru dunia juga mengenalnya degan sebutan Masjid Aisyah

Saat ini, masjid miqat Tanim menjadi salah satu tempat ziarah dan city tour sebagian besar jamaah dari biro umroh  di Indonesia. Masjid Tan’im menjadi salah satu destinasi Ziarah yang paling sering dikunjungi oleh jamaah umroh dan haji saat berada di kota suci Makkah Al Mukarramah

 

Fakta Menarik Masjid Tan'im-Makkah

 

Selain baungunan nya yang megah, masjid ini juga memiliki beberapa fakta yang mungkin saja belum tersampaikan oleh beberapa biro umroh  di Indonesia. Setidaknya terdapat 6 fakta tentang Masjid Miqat Tan’im yang perlu diketahui sebelum kita berziarah kesana. 6 fakta tersebut antara lain :

 

  1. Disebut juga Masjid Aisyah

 

Tan’im adalah “adnal hil”  atau tempat terdekat pada tapal batas tanah haram. Masjid Tan’im termasuk salah satu  dari miqat – miqat umrah Mufradah, atau umroh yang pelaksanaan nya terpisah, tidak berkaitan dengan ibadah haji

Selagi ada kemampuan dan kemauan, miqat umroh dari Masjid ini dapat dilaksanakan sepanjang tahun.

Banyak biro dan jamaah umroh dari Indonesia menyebutnya sebagai masjid Tan’im. Namun di kalangan orang -orang Makkah maupun sebagian jamaah umroh dari bangsa lain, menamai nya dengan Masjid Aisyah. Namun ada pula beberapa yang menyebutnya Masjid Umra

 

  1. Sebagai Salah satu Tempat Miqat yang ditetapkan Rasulullah SAW

 

Secara garis besar miqat di bagi menjadi dua, yakni miqat zamani dan miqat makani. Miqat zamany artinya miqat atau batas yang di dasarkan atas waktu. Miqat zamany  erat kaitan nya dengan ibadah haji dan umroh.

Miqat zamany jamaah haji hanya ditetapkan selama  tiga bulan, mulai dari Syawal hingga terbit fajar 10 Dzulhijah. Saat itulah seseorang yang ingin menunaikan ibadah haji dapat mengenakan kain ihram dan berniat.

Sementara untuk jamaah umroh miqat zamany dapat dilakukan sepanjang tahun, artinya kapanpun jamaah umroh dapat berihram dan berniat.

Sementara jenis miqat yang kedua  adalah miqat makany atau tapal batas yang didasarkan atas tempat. Miqat makani tidak hanya terbatas untuk jamaah haji, melainkan juga untuk jamaah umroh. Rasulullah telah menetapkan batas – batas tempat untuk melaksanakan Miqat Makany.

Miqat Makani ditentukan darimana asal jamaah haji atau umroh itu berasal, Sebut saja  Yalamlam untuk jamaah dari arah Timur, termasuk Indonesia. Masjid Dzul Hulaifah atau Bir Ali bagi penduduk atau mukimin dari Madinah, Juhfah, Qarnul Manazil, dan Dzatu ‘Irq

Masjid Ji’ranah, Masjid Hudaibiyah, dan Masjid Tan’im di tetapkan bagi mukimin atau penduduk kota Makkah yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Sementara untuk mukimin kota Makkah yang akan melaksanakan ibadah haji, maka tempat miqatnya dari Makkah itu sendiri. Dapat di rumah masing – masing maupun di maktab (hotel).

 

Fakta Masjid Tan'im-umroh

 

  1. Tempat Miqat bagi Penduduk kota Makkah

 

Tan’im merupakan salah satu tempat miqat bagi mukimin (penduduk) Kota Makkah, termasuk jamaah umroh dari Indonesia. Merujuk pada beberapa kitab Fiqih, seperti Fathul Mu’in dan Kifayatul Akhyar. Definisi Muqimin adalah mereka yang yang melakukan perjalanan lebih dari 80 Kilo meter, dan berencana menetap di suatu tempat lebih dari 3 hari.

Sementara rata – rata jamaah umroh dari Indonesia minimal mengambil Paket Umroh 9 hari. Dengan berdomisili di kota Makkah selama lebih dari 3 hari. Sehingga jika dilihat dari definisi tersebut, maka jamaah umroh Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai mukimin kota Makkah.

Definisi mukimin tersebut berbeda dengan Mustawthin, dikutip dari Kompas, penduduk tetap adalah orang yang menetap di suatu daerah dan tidak akan pulang ke daerah asal. Setidaknya dalam kurun waktu yang sangat lama, atau untuk lebih gampang secara analogi, mereka memiliki alamat KTP di daerah tersebut.

 

  1. Tempat Miqat Terdekat dan Termurah

Masjid Tan’im yang terletak di wilayah Tan’im merupakan salah satu daerah miqat jamaah umroh di samping ji’ranah dan Hudaibiyah. Masjid Tan’im digunakan untuk warga Makkah dan orang yang telah tinggal di Makkah (mukimin).

Tan’im boleh dikatakan sebagai miqat umroh bagi muqimin kota Makkah dengan jarak yang terdekat dan biaya termurah jika akan melaksanakan ibadah umroh.

Dilihat dari peta  jarak tempuh antara daerah miqat ini menuju Masjidil Haram sekitar 6 km. Bisa diakses dengan 20 menit perjalanan. Akses nya pun mudah di jangkau, baik dengan taxi, coaster, mobil pribadi maupun bus SAPTCO.

Untuk menggunakan bus SAPTCO biaya nya 2 riyal, atau berkisar Rp. 8000 (1 SAR = Rp. 4000), dan jika menggunakan angkutan umum biaya nya 5 riyal untuk sekali jalan.

Dekat nya jarak, mudahnya akses dan murah nya biaya yang harus dikeluarkan membuat Masjid Tan’im menjadi favorit jamaah dari berbagai negara yang akan melaksanakan miqat untuk ibadah umroh.

 

  1. Meneladani Sayyidah Aisyah (Istri Rasulullah SAW)

Sebuah Alasan yang kuat mengapa para calon jamaah umroh pergi ke masjid miqat Tan’im untuk mengenakan ihram adalah bahwa Sayyidah  Aisyah RA diperintahkan oleh Rasulullah pergi ke sana untuk berihram.

Suatu ketika saat melaksanakan haji wada’ Rasulullah Muhammad SAW bersama beberapa sahabat akan pergi ke Makkah untuk melakukan ibadah umroh. Sementara Sayyidah Aisyah  tidak bisa turut serta melaksanakan ibadah thawaf karena udzur.

 

Hadist Masjid Miqat Tan'im-Umroh

 

Dalam suatu hadist riwayat Shahih Al-Bukhari nomor 1784 dikemukakan bahwa dikala sedang berhalangan (siklus datang bulan), Aisyah diperkenankan melaksakan segala rangkaian ibadah haji (manasik), terkecuali mengerjakan thawaf.

Jabir mengatakan, “Demikian Itu merasa sudah suci, Aisyah mengatakannya kepada Rasulullah SAW. Dikala Ia bercita-cita melaksanakan ibadah  thawaf.” Aisyah Berkata, “Anda seluruh nya (para jamaah yang bersama dengan Rasulullah) telah mengerjakan ibadah umroh dan haji, meski saya baru melakukan hajinya saja.”

Berikutnya Rasulullah SAW seperti yang dikutip oleh Imam Khomaini, Tahrir al-Wasilah jilid.1, hlm.411 memberikan instruksi untuk Abdurahman bin Abu bakar RA untuk membawa adiknya Siti ‘Aisyah, yang juga adalah istri Rasulullah SAW.

Abdurahman bin Abu Bakar diperintahkan untuk membawa Aisyah  ke suatu kawasan di luar dari batas tanah haram yang terdekat. Kemudian Ia membawanya ke wilayah Tan’im untuk mulai berihram (miqat) umroh mufradah di sana.

Momen ini terjadi sewaktu Aisyah akan menunaikan umroh sesudah usainya haji wada’ bersama Rasulullah SAW. Peristiwa ini tercatat masih didalam bulan Dzulhijah tahun  9 Hijriyah .

Atas  adanya hal yang demikian di distrik yang sekarang berada di kawasan tan’im didirikan Masjid yang mempunyai nama Masjid Tan’im atau diketahui juga dengan Masjid Siti ‘Aisyah RA.

 

  1. Telah beberapa kali di renovasi

Masjid Miqat Tan’im adalah salah satu masjid yang dibangun dengan megah oleh pemeririntah kerajaan Saudi Arabia. Selain megah suasana  di sekitanya pun seolah sangat  menyenangkan dan menenangkan.

Bangunan Masjid ini memiliki dua pintu utama sebagai akses. Satu diperuntukkan bagi pria dan satu untuk wanita. Kamar kecil yang dibangun dengan baik dan bersih terletak persis di dekat masjid.

Ada beberapa toko terdekat di mana seseorang dapat membeli kain ihram, sajadah dan keperluan lainnya. Nyaris 24 jam Masjid Tan’im tidak pernah sepi jamaah, rombongan jamaah umroh dari berbagai negara datang silih berganti di masjid ini. Termasuk jamaah umroh dari Indonesia

Pada masa pemerintahan Saudi Arabia dibawah kekuasaan Raja Fadh bin Abdul Aziz (1982 – 2005), Masjid Aisyah atau Masjid Tan’im ini direnovasi secara besar – besaran. Tak kurang dari 100 juta riyal digelontorkan  untuk melengkapi infrastruktur masjid ini.

Luas zona Masjid Tan’im yang digunakan untuk miqat umroh untuk mukimin kota Makkah sekarang  ini lebih dari 6000 M2.  Dengan luas daerah keseluruhan, termasuk lokasi parkir dan prasarana lain mencapai 84.000 M2.

Masjid Tan’im ini juga dilengkapi dengan banyak fasilitas pendukung untuk mensupport jamaah yang akan melaksanakan miqat umroh. Antara lain halaman parkir yang dapat menampung ratusan kendaraan beroda empat, daerah wudhu’ dan kamar kamar mandi pria dan wanita.

Selain renovasi eksterior, untuk interior di dalam Masjid Tan’im juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup bagus. Sebut saja  pendingin udara (AC). Puluhan kipas angin dan karpet kualitas nomer satu juga terdapat di sini.

 

Renovasi Masjid Tan'im-Miqat

 

Berbagai cetakan mushaf al-Qur’an yang sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Semua nya dilakukan dengan tujuan mempermudah jamaah umroh dari segala penjuru dunia yang akan melakukan miqat umroh.