Nabawi Pasca Wafatnya Rasulullah 

Kemegahan Masjid Nabawi pada Masa ini merupakan fase selanjutnya setelah Rasulullah dan Abu Bakar, sahabatnya meninggal. Jika pada artikel seelumnya kita telah membaca Bentuk Awal Bangunan Masjid Nabawi sebelumnya sangat sederhana itu, kini akan dibuat menjadi lebih baik lagi.

Hal tersebut didukung dengan kenyataan bahwa pada saat itu Islam sedang jaya dan berkembang ke wilayah lain diluar Arab. Maka dari itu, masjid ini akan dijadikan sebagai pusat dari semua kegiatan umat.

 

Kemegahan Masjid Nabawi-umroh

Bukan hanya persoalan-persoalan keagamaan, tetapi juga masalah kehidupan dalam beberapa dekade, lebih-lebih setelah Abu Bakar RA meninggal. Pembangunan dan perbaikan pertama masjid ini tidak kemudian langsung menjadi seperti yang sekarang kita lihat.

Renovasi yang dlakukan masih sebatas pada kelayakan pemakaian saja, yakni mengganti beberapa tiang dan mengganti atap yang dari daun kurma menjadi lebih baik. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khatab pada tahun 17 H

Perbaikan kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan di tahun 29 H. Setelah itu, dilanjutkan oleh Khalifah Walid bin Mahdi, Asyraf al-Qait Bey, Sultan Abdul Majid at-Utsman dan Raja Abdul Aziz, hingga Masjid Nabawi terus diperluas oleh sahabat dan penerus beliau secara berturut-turut.

Selama beberapa kali renovasi yang dilakukan oleh Khalifah Umar hingga Raja Abdul Aziz, masih renovasi yang tidak terlalu signifkan dan hanya memperbaiki bagian penting saja.

Meskipun pada pembangunan dan renovasi yang dlakukan oleh Raja Abdul Aziz telah mendatangkan beberapa arsitek bangunan dari luar Arab, akan tetapi tidak mengubah bentuk masjid secara signifikan. Ia hanya memperbaiki dan menambah bagian-bagian penting saja.

 

Puncak Renovasi

Puncak renovasi baru dilakukan pada bulan Safar 1403 H atau November 1984 M oleh Raja Fahd yang bergelar “Pelayan Dua Tanah Haram”. Ia adalah peletak batu pertama dalam proyek perluasan Masjid Nabawi yang paling signifikan dan Kemegahan Masjid Nabawi sepanjang sejarah.

Setelah tertunda satu tahun, tepatnya pada bulan Muharram 1406 H atau Oktober 1985, dimulailah proyek besar ini dengan penggusuran pertama meliputi 100.000 meter persegi. Kemegahan Masjid Nabawi juga ditunjang oleh bangunan hotel – hotel bertingkat, pasar, atau kompleks pertokoan.

Kemudian, di atas tanah tersebut dibangun perluasan masjid baru dengan memakan lahan 82.000 meter persegi yang mengitari dan menyatu dengan bangunan masjid yang sudah ada. Dengan tambahan bengunan baru ini, luas lantai dasar Masjid Nabawi kira-kira 98.000 meter persegi, sehingga dapat menampung 167.000 jamaah.

 

 

perluasan masjid nabawi

Sedangkan lantai atas yang digunakan untuk shalat seluas 67.000 meter persegi dan dapat menampung sebanyak 90.000 jamaah. Pembangunan kali ini termasuk renovasi yang luar biasa dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

Pembangunan bukan berupa perbaikan untuk bangunan yang sudah rusak, akan tetapi hampir setiap bangunan direnovasi, seperti tata ruang, tata letak, lantai, atap, interior, hiasan, lampu, dan sebagainya.

Masjid Nabawi benar-benar dibuat menjadi megah dan sangat luas, sampai beberapa kawasan di sekitar masjid ini dirobohkan dan diganti di tempat lain, kecuali rumah Rasulullah SAW, yang tetap dijaga keasliannya.

Dengan renovasi kali ini, Masjid Nabawi telah berubah menjadi sebuah masjid yang tidak sederhana. Kemegahan Masjid Nabawi jika dilihat Secara fisik menampilkan corak yang sangat modern dengan beberapa terobosan arsitek bangunannya.

Sejak pembangunan kali ini, masjid yang dulunya hanya mempunyai atap daun kurma dan tiang dari batang kurma, telah berubah wajah menjadi bengunan beton yang sangat kokoh.

Tidak hanya itu, bermacam-macam hiasan, baik kaligrafi ataupun hiasan lainnya. Hingga pada puncaknya, Kemegahan Masjid Nabawi menjadi yang termegah kawasan Negara – Negara Arab.

 

Masjid dengan Satu Juta Jamaah

Dengan luas masjid yang memadai seperti itu, maka masjid ini dapat menampung jutaan manusia seperti air mengalir tanpa henti setiap saat. Setiap jamaah hilir mudik di kawasan masjid tanpa harus berdesakan.

Hal ini wajar, karena hanya Masjd Nabawi yang bisa menampung jumlah yang demikian melimpah. Satu juta jamaah, bahkan lebih, bisa bersama-sama melaksanakan shalat di tempat ini.

Jumlah manusia sebanyak satu juta itu tidak hanya membutuhkan tempat untuk melakukan ibadah, namun juga membutuhkan air untuk wudhu. Jika persedaaan air di masjid ini tidak memadai, maka proses ibadah akan kacau.

Dan, salah satu hal yang pasti telah dipikirkan oleh para pembangun masjid in adalah persediaan tempat wudhu yang juga luas. Sampai sekarang, sistem perairan masih berjalan normal dan mampu melayani jamaah sebanyak satu juta orang lebih.

Dengan demikan, apabila halaman masjid dipenuhhi jamaah shalat, maka Masjid Nabawi dan halamannya dapat menampung 650.000 jamaah pada musim biasa dan lebh dari satu juta pada musim haji atau musim umroh bulan ramadhan.

Sebab, pada bulan Ramadhan dan musim haji adalah saat-saat yang paling ramai orang berkunjung di masjid ini. Maka, tak ayal lagi jika Kemegahan Masjid Nabawi pada halaman nya saja saat ini ukurannya sebanding dengan kota Madinah ketika pertama kali Rasulullah datang.

Sebagai gambaran betapa luasnya masjid yang dahulu sederhana ini adalah jika Anda berjalan dari pintu depan atau halaman masjid menuju dekat mimbar. Atau dari arah selatan ke utara, sama artinya Anda mengelilingi sebuah kota yang luas. Anda akan banyak menemukan pintu, tiang dan hamparam – hamparan lainnya yang sangat menakjubkan.

 

 

Perluasan Masjid Nabawi Madinah-haji

Berikut kami rangkum 7 Kemegahan Masjid Nabawi di samping beberapa keutamaan lain nya yang dapat Anda temukan.

 

  1. Kemegahan Kubah

Meletakkan Kubah pada awal pembangunan masjid bukan hanya sekedar meletakkan begitu saja. Akan tetapi memiliki makna filosofis yang bisa memberikan arti penting bagi jamaah masjid.

Begitu juga dengan arsitektur Kemegahan Masjid Nabawi. Kubah masjid ini tidak seperti kubah pada umumnya. Kubah ini bukan hanya bermakna simbolis dan filosofis, namun juga untuk menopang kenyamanan para jamaah.

Karena fungsinya tersebut, maka keberadaan kubah ini sangatlah signifikan. Untuk pengaturan udara dalam bangunan yang sedemikian besar dan luas, dibuatlah 27 ruang terbuka dengan ukuran masing-masing 18 x 18 m.

Untuk atap, dibuat kubah yang dapat dibuka dan ditutup secara elektronik maupun manual.  Masing – masing  kubah memiliki berat 80 ton kerangka nya terbuat dari besi baja dan beton, serta dilapisi kayu pilihan.

Sedangkan untuk hiasan dipilih  relief bertahtakan batu mulia sejenis phirus. Pada bagian bagian luar kubah dipilih material keramik tahan panas. Inilah kubah paling canggih di antara beberapa kubah masjid yang ada. Hanya dengan mengguunakan beberapa tombol penting saja, maka secara otomatis kubah akan terbuka dan tertutup sesuai keinginan.

Penggunaan alat modern ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada para jamaah Masjid Nabawi secara keseluruhan, sehingga mereka merasa tenang saat melaksanakan ibadah, tanpa terganggu oleh suasana panas, dingin atau pasir sekalipun.

 

  1. Pendingin Udara Raksasa

Untuk menyejukkan masjid, dibangunlah satu unit pendingin udara sentral raksasa di atas tanah seluas 70.000 meter persegi, yang terletak 7 km sebelah barat masjid. Hawa dingin yang dihasilkan dari sistem itu dialirkan melalui pipa bawah tanah dan diarahkan ke setiap penjuru masjid melalui bagian bahah setiap pilar yang berjumlah 2.104 buah.

Pengaturan posisi aliran udara sejuk yang rapi, indah, dan fantastis pada pilar masjid ini merupakan ciri khas dari Kemegahan Masjid Nabawi. Pilar-pilar bundar dan tegar ini dibuat dari beton bergaris tengah 64 cm, kemudian dilapisi marmer tebal berwarna putih susu. Di kainya yang kokoh itulah ventilasi untuk mengalirkan hawa dingin di pasang.

Jarak antara satu pilar dengan yang lain adalah 6 m dan 18 m. Tinggi dari lantai dasar sampai lengkungan lantai atas ada;lah 5,6 m. Pada batas lengkungan itu dipajang lampu hias yang indah dan dikurung dalam sangkar dengan ornamen lapisan emas.

 

 

Perluasan Nabawi-biroumroh

 

  1. Menara Setinggi 104 Meter

Keindahan dan kemegahan Masjid Nabawi juga terdapat pada menara yang berukuran sangat tinggi, bahkan menjadi menara masjid  paling tinggi sedunia. Sebelum diperluas, Masjid Nabawi ini hanya memiliki 4 menara. Namun, pada bangunan di setiap pojok masjid yang megah ini telah didirikan menara-menara baru.

Sehingga semuanya ada enam buah menara, belum lagi ada dua menara besar yang mengapit pintu gerbang utama. Menara tersebut mempunyai tinggi 104 meter. Di puncak setiap menara baru tersebut terdapat ornamen yang mempunyai bentuk seperti bulan sabit.

Ornamen menara masjid Nabawi ini dibuat dari perunggu berlapiskan emas murni 24 karat dengan tinggi 7 m dan berat 4,5 ton. Pada ketinggian 87 meter dari menara itu, dipasang sebua snar leser yang memancarkan cahaya ke arah Makkah sejauh 50 km. Laser ini untuk menunjukkan arah kiblat dan hanya dinyalakan pada saat-saat tertentu atau pada saat menjelang waktu shalat saja.

 

  1. Masjid dengan 674 Lampu Kristal

Inilah satu kemegahan masjid Nabawi lain nya. Unruk menambah penerangan dan keindaan di dalam masjd atau untuk ruangan yang mempunyai pilar warna kuning pastel, dipasang 674 lampu-lampu kristal pilihan.

Bahan yang dipilih dibuat agar tidak membiaskan panas dari lampu. Lampu cantik tersebut disusun dengan kerangka dari bahan kuningan berlapis emas berjumlah 674 buah dan terdiri dari tiga macam ukuran.

Lampu krstal yang besar mempunyai garis tengah 342 cm dengan berat sekitar 485 kg, seperti yang terdapat di Raudah. Sedangkan untuk lampu kristal yang sedang mempunyai garis tengah 140 cm dengan berat 145 kg.

Sementara itu, lampu kristal yang kecil mempunyai garis tengah 120 cm dan berat 125 kg. Lampu-lampu tersebut dipesan khusus dari Italia, produsen kristal terkenal di wilayah Eropa.

 

  1. Masjid dengan 250 Payung Raksasa

Pada bagian tengah Masjid Nabawi terdapat dua ruang terbuka yang setiap ruang dilengkapi enam buah payung artistik, hasil perpaduan arsitektuur modern dan teknologi canggih. Dengan dukungan dana yang tidak sedikit, lahirlah sebuah karya yang patut dibanggakan, yaitu payung raksasa sebanyak dua belas buah.

Payung ini masih merupakan bagian dalam masjid yang berfungsi untuk berteduh dari panas. Payung tersebut dapat dibuka dan ditutup secara otomatis oleh sistem komputer. Selian itu, pada bagian batang payung dipasang AC yang secara otomatis dapat memancarkan hawa dingin yang akan membuat setiap orang semakin nyaman beribadah.

Menurut Direktur Humas Masjid Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab, seperti dikutip merdeka  jumlah payung yang ada di Masjid Nabawi total sebanyak 250. Payung-payung itu terletak di halaman dan 12 buah berada di dalam Masjid Nabawi. Payung di Masjid Nabawi dirancang oleh arsitek asal Jerman yang bernama Mahmoud Bodo Rasch

 

Keindahan Masjid Nabawi-ibadah umroh

 

  1. Basement Berukuran 73.500 Meter Persegi

Tidak hanya dari sisi atas bangunan, di bawah bangunan pun juga terdapat basement seluas 73.500 m2 dan tinggi 4,5 m. Basement ini digunakan untuk menempatkan pusat-pusat pengaturan elektronik, mekanik, sound system, serta air condition. Untuk mengantisipasi saat listrik padam, telah disiapkan pembangkit listrik yang terdiri dari 8 unit, yang masng-masing unit dapat menghasilkan listrik sebanyak 2,5 MW. Hal ini untuk menyuplai listrik ke seluruh bangunan masjid dan halaman sekitarnya.

 

  1. Halaman Parkir Masjid Memuat 5000 Mobil

Luas halaman Masjid Nabawi yang dipersiapkan sebagai areal shalat adalah 206.000 meter persegi, yang diperkirakan dapat menampung 400.000 jamaah. Halaman ini berlantai grant dan marmer putih yang didesain sedemikian rupa seingga menampakkan bentuk seni arsitektur Islam.

Di bawah lantai ini terdapat konstruksi yang terdiri dari dua lantai bawah tanah. Lantai seluas 292.000 meter persegi ini dpergunakan untuk parkir yang dapat menampung 5000 mobil.

Selain itu, masjid in juga mempunyai beberapa fasilitas lain, seperti toilet sebanyak 2.500 unit, tempat wudhu 6.800 pancuran. Tempat air minum dingin baik itu air zam – zam maupun air biasa bertaburan di 560 lokasi. Untuk masuk atau keluar dari areal bawah tanah ini, disediakan jalur pejalan kaki dengan tiga sistem. Jamaah dapat menggunakan melalui tangga biasa, tangga jalan (eskalator), dan sistem lift.

Sedangkan untuk berbagai jenis kendaraan, disediakan enam pintu yang langsung bertemu dengan jalan-jalan raya utama seputar masjid dan mempunyai akses langsung ke seluruh penjuru kota Madinah.