Armada dan Kenyamanan

Pesawat komersial yang digunakan pada penerbangan umroh adalah salah satu unsur fasilitas penunjang  yang digunakan untuk kenyamanan perjalanan umroh.

Armada pesawat yang dipergunakan maskapai merupakan salah satu unsur yang sering dipertanyakan oleh calon jamaah umroh dalam menentukan pilihan nya.

 

Armada Pesawat Komersial Penerbangan Umroh-oke

 

Maklum saja, armada pesawat yang digunakan biasanya akan berbanding lurus dengan kenyamanan yang didapat selama 9 hingga 12 jam mengudara menuju Saudi Arabia

Beberapa maskapai dalam penerbangan umroh banyak yang menggunakan pesawat jenis wide body atau berbadan lebar.

Sebut saja Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, Lion Air, Emirates, Etihad, Turkish, Malaysia Airlines, Scoot, Oman, dll

Sementara untuk alasan menghemat biaya, beberapa maskapai berbiaya hemat (low cost carrier) menggunakan pesawat berbadan sempit, atau narrow body aircraft.

Maskapai yang menggunakan pesawat jenis ini untuk penerbangan umroh antara lain Lion Air dan Citilink.

 

Armada Wide Body VS Narrow Body

Pesawat komersial Wide body atau pesawat berbadan lebar adalah pesawat dengan lebar lebih dari 6 meter. Ciri – cirinya pesawat ini mempunyai dua lorong (twin-aisles). Dalam satu deret terdiri dari 7 kursi atau lebih.

Biasanya dalam kabin ekonomi, dapat mengakodasi 200 hingga 850 penumpang (jamaah umroh) sekali angkut. Konfigurasi tempat duduk 3-4-3 atau 2-4-2.

Dikutip dari situs online travel agent, Rata-rata wide body aircraft memiliki izin terbang trans-atlantik sehingga bisa digunakan untuk penerbangan jarak menengah dan jauh, termasuk penerbangan umroh tanpa transit.

Pesawat jenis ini memerlukan landasan yang jauh lebih panjang, sehingga hanya kota – kota tertentu di Indonesia yang dilayani dengan pesawat komersial jenis ini untuk penerbangan umroh langsung.

Model – model pesawat komersial wide body aircraft sering dipergunakan dalam penerbangan umroh. Antara lain Airbus A330, Airbus A380, Boeing 747, Boeing 777, dan Boeing 787 Dreamliner.

 

Type Narrow Body

Pesawat berbadan sempit, Narrow body aircraft, atau disebut juga dengan pesawat komersial berlorong tunggal.

Adalah pesawat komersial dengan lebar kabin hanya tiga sampai empat meter.

Hanya memiliki satu lorong dengan konfigurasi tempat duduk yang dipergunakan dalam penerbangan umroh biasanya 3-3. Kapasitas kurang dari 250 orang, dalam konfigurasi all economy class .

Narrow body aircraft umumnya tidak memiliki izin terbang trans-atlantik. Ideal nya hanya digunakan untuk penerbangan regional kurang dari 5 jam.

Pesawat jenis ini memerlukan landasan yang lebih pendek jika dibandingkan dengan pesawat jenis wide body. Mayoritas sebagian bandara modern di Indonesia mampu di darati pesawat komersial jenis ini.

Kapasitas tanki bahan bakar pesawat ini tidak sebesar pesawat komersial jenis wide body.  Sehingga dalam penerbangan umroh oleh maskapai dari Indonesia, pesawat ini harus mampir di untuk pengisian bahan bakar.

Pengisian bahan bakar biasanya berlangsung selama 45 hingga 60 menit.

Model-model pesawat narrow body untuk penerbangan umroh diantaranya Airbus A320 family dan Boeing 737 Series

 

7 Jenis Armada Penerbangan Umroh

Untuk lebih jalasnya berikut ini kami rangkum 7 Jenis Pesawat Komersial Pendukung Penerbangan Umroh yang masih aktif dipergunakan.

  1. Airbus A380

Panjang  : 72,73 meter

Lebar      : 79,75 meter

Tinggi     : 24,45 meter

Berat      : 276.800 kg (berat kosong)

Kapasitas: 525(3 kelas),853(1 kelas)

Kecepatan : 945 km/jam

Penerbangan Pertama : 27 April 2005

Produsen : Airbus perancis

Pesawat ini merupakan pesawat Double Deck, atau pesawat 2 lantai yang usianya masih terbilang muda.

Dalam penerbangan umroh, maskapai Malaysia Airways, Etihad dan Emirates merupakan pengguna armada pesawat Airbus A380 800.

 

Penerbangan Umroh A380 pesawat

 

  1. Boeing 747 – 400

Panjang  : 70,6 meter

Lebar      : 64,4 meter

Tinggi     : 19,4 meter

Berat      : 178.800 kg (berat kosong)

Kapasitas: 416(3 kelas),660(1 kelas)

Kecepatan : 912 km/jam

Penerbangan pertama : 9 Februari 1969

Produsen : Boeing Amerika serikat

Peawat dikenal juga sebagai Jumbo Jet Queen of the Skies, merupakan pesawat komersial berbadan lebar terbesar setelah  Airbus A380.

Pesawat empat mesin inimemiliki dua dek atau dua lantai, dimana dek atas digunakan untuk kelas bisnis.

Dalam konfigurasi 3 kelas (kelas pertama, kelas bisnis dan kelas ekonomi) pesawat ini mampu menampung 416 penumpang. Semetara jika konfigurasi 1-kelas (kelas ekonomi saja) pesawat ini mampu menampung 660 penumpang.

Dalam penerbangan umroh, pesawat yang tergolong berusia paling senior ini masih dioperasionalkan oleh maskapai Saudi Arabian Airlines untuk penerbangan umroh tidak berjadwal (chartered flight).

Sementara Garuda Indonesia dan Lion Air sudah memensiunkan seluruh armada 747 – 400 beberapa tahun yang lalu

Boeing 747 - 400 Penerabangan Umroh Saudi-Arabian

  1. Boeing 777 Series

Panjang  : 73,9 meter

Lebar      : 60,9 meter

Tinggi     :18,5 meter

Berat      : 160.500 kg (berat kosong)

Kapasitas: 386 (3 kelas), 550(1 kelas)

Kecepatan : 905 km/jam

Penerbangan pertama : 12 Juni 1994

Produsen : Boeing Amerika Serikat

Boeing 777 dibuat sebagai pengganti generasi Boeing 747, namun lebih efisien. Oleh karena itu, Boeing 777 masuk dalam jajaran pesawat twinjet (pesawat bermesin ganda) terbesar di dunia.

Dalam perjalanan umroh, tercatat hanya Garuda Indonesia dan Saudi Arabian yang mengoperasionalkan jenis pesawat Boeing 777 – 300 ER untuk penerbangan umroh  langsung tanpa transit.

Emirates, maskapai nasional asal Uni Emirates Arab tercatat sebagai operator terbesar pesawat Boeing 777 di dunia.

Namun hampir semua maskapai yang mempunyai rute umroh dari Jakarta transit di negara ketiga merupakan operator pesawat Boeing 777.  Sebut saja Etihad, Oman Air, Emirates dan Turkish.

Boeing 777 dalam penerbangan umroh menggunakan 3 varian, yakni varian 777 – 300 ER, 777 – 200 LR dan 777 – 200 ER. Untuk versi pesawat komersial wide body jenis 777 – 200 dapat mengangkut hingga 440 kursi penumpang.

Tercatat Turkish Airways masih menggunakan pesawat 777 – 200 dalam penerbangan umroh mereka.

 

Penerbangan Umroh Boeing 777-murah

 

  1. Boeing 787 Dreamliner

Panjang  : 56,7 meter

Lebar      : 60,1 meter

Tinggi     : 16,9 meter

Berat      : 115.000 kg (berat kosong)

Kapasitas: 250 (3 kelas), 290 (1 kelas)

Kecepatan : 881 km/jam

Penerbangan pertama : 23 Oktober 2001

Produsen : Boeing Amerika Serikat

Sesuai dengan namanya, Boeing 787, atau Dreamliner, adalah pesawat komersial berbadan lebar dengan desain futuristik.

Dimana jendela dirancang lebih besar dan menggunakan teknologi smart glass atau smart windows.

Tampilan ini memungkinkan  tampilan jendela untuk memudar kembali ke normal secara halus, serta tidak menggunakan penutup kaca jendela konvensional.

Pesawat yang diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes ini  dan memulai pelayanan pada 2011. Boeing 787 – 900 dikenal lebih efisien bahan bakar.

Sehingga memungkinkan biaya operasional penerbangan menjadi lebih hemat 20 %. Imbas nya pada komponen penyusun harga Umroh Murah

Maskapai penerbangan umroh yang saat ini menggunakan armada ini adalah Etihad Airways, Saudi Arabian, Scoot dan Oman Air

 

Penerbangan Umroh Oman Air 787-Dreamliner

 

  1. Airbus A330 – 300

Panjang  : 67,9meter

Lebar      : 63,45 meter

Tinggi     : 17,10 meter

Berat      : 170.900 kg (berat kosong)

Kapasitas: 313(3 kelas),375(1 kelas)

Kecepatan : 881km/jam

Penerbangan pertama : 11 Februari 2002

Produsen : Airbus Perancis

Airbus A330 merupakan sebuah pesawat yang dipergunakan untuk menempuh perjalanan umroh dan haji yang memiliki mesin ganda (twinjet), serta berbadan lebar.

Pesawat ini dibuat bersamaan dengan Airbus A340 yang memiliki empat mesin.

Dalam penerbangan umroh, maskapai Garuda Indonesia, Air Asia dan Lion Air merupakan operator pesawat Airbus A330 yang melayani penerbangan umroh langsung dari berbagai bandara di Indonesia.

Menyusul Etihad dan Oman Airways, yang terlebih dahulu mengoperasikan pesawat seharga US$ 245,6 juta atau Rp 3,45 triliun dari Jakarta.

Bahkan maskapai Lion Air kini sedang menunggu varian paling baru dari Airbus A330, yakni A330 -900. Rencana nya varian terbaru ini akan dipergunakan Lion Air dalam Memperkuat Armada Umroh.

 

Penerbangan Umroh A330 Lion Air-maskapai

 

6. Boeing 737 Series

Panjang  : 42,1meter

Lebar      : 35,79 meter

Tinggi     : 12,60 meter

Berat      : 44.676 kg (berat kosong)

Kapasitas: 174 (2 kelas), 215 (1 kelas)

Kecepatan : 823 km/jam

Penerbangan pertama : 9 April 1967 (v. 737-100)

Produsen : Boeing Amerika Serikat

Boeing 737 merupakan salah satu jenis pesawat komersial berbadan sempit dengan mesin ganda. Boeing 737 diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

Di Indonesia, Boeing 737 merupakan “standar” armada bagi maskapai-maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah atau masih mengoperasikan 737 dalam beberapa varian.

Antara lain varian 737 – 500 (Nam Air), 737 – 800 (Sriwijaya, Garuda Indonesia, Lion Air) dan 737 – 900 (Lion Air)

Sebagai pesawat berbadan sempit, Boeing 737 mampu mendarat di sebagian besar bandara di wilayah Indonesia. Hal ini mendukung layanan penerbangan umroh “langsung” dari beberapa kota di Indonesia.

Meskipun dikatakan langsung, sejatinya dalam penerbangan umroh, penggunaan pesawat ini harus transit di bandara ketiga, hanya untuk pengisian bahan bakar.

Kekurangan dari pesawat komersial yang sering digunakan sebagai pesawat regional ini adalah jarak kursi yang tidak terlalu lebar.

Pengguna pertama dari varian Pesawat 737 – 900 ER adalah Lion Air, yang diterima pada tahun 2007. Lion Air pula yang paling “berani” menggunakan pesawat ini untuk penerbangan umroh dari beberapa kota di Indonesia. Termasuk Penerbangan Umroh dari Solo

 

Penerbangan Umroh B 737 Lion Air-pesawat

 

7. Airbus A320 Family

Panjang  : 37,57 meter

Lebar      : 34,10 meter

Tinggi     : 11,76 meter

Berat      : 42.600 kg (berat kosong)

Kapasitas: 150 (2 kelas), 180 (1 kelas)

Kecepatan : 871 km/jam

Penerbangan pertama : 22 Februari 1987

Produsen : Airbus, Perancis

Airbus A320 adalah pesawat penumpang komersial jarak dekat sampai menengah yang diproduksi oleh Airbus. Airbus A320 family dikembangkan untuk bersaing dengan Boeing 737 Series

Di Indonesia, maskapai yang mengoperasikan keluarga A320 antara lain Indonesia AirAsia, Citilink, dan Batik Air baik untuk penerbangan domestik maupun internasional

Sama seperti Boeing 737, Airbus A320 merupakan pesawat berbadan sempit. Layaknya pesawat domestik, Airbus A320 mampu mendarat di sebagian besar bandara di wilayah Indonesia.

Hal ini mendukung layanan penerbangan umroh “langsung” dari beberapa kota di Indonesia.

Dalam penerbangan umroh, satu – satunya maskapai asal Indonesia yang menggunakan pesawat jenis ini adalah Citilink, anak usaha Garuda Indonesia

Penggunaan pesawat ini harus transit di bandara ketiga, untuk pengisian bahan bakar. Harga paket umroh untuk maskapai ini cenderung ekonomis. Hanya saja karena ini maskapai Low Cost Carrier, maka jarak antar kursi nya tidak terlalu lebar.

Citilink menggunakan varian Airbus A320 Neo yang di klaim lebih irit bahan bakar. Langkah berani citilink sukses menuai hasil setelah dibuka nya rute penerbangan umroh Jakarta Jeddah, PP sejak tahun 2016.

Kini dengan armada pesawat komersial yang sama, Citilink terus melebarkan sayap menerbangkan jamaah umroh dari seluruh penjuru negeri.

Diantaranya penerbangan umroh dari Bandara Kertajati, Bandara Solo, dan rencana nya akan dibuka penerbangan umroh dari Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang.

Langkah  anak usaha Garuda Indonesia ini pun disambut baik oleh para jamaah dan Biro Umroh di Semarang

Penerbangan Umroh Citilink A320 Neo-maskapai