Aturan Bagasi pada Penerbangan Umroh

Dari waktu ke waktu Ihwal Aturan Bagasi pada Penerbangan Umroh selau menjadi masalah klasik yang senantiasa terjadi. Banyak biro umroh yang tidak menginformasikan mengenai ketatnya aturan bagasi pada penerbangan umroh. Saat security check di bandara seringkali petugas mengingatkan barang bawaan penumpang yang tidak boleh masuk ke dalam tas tentengan.

penerbangan umroh

 

Memahami Aturan

Sumber di sebuah website di internet menyebutkan bahwa berangkat menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci secara umum adalah sama sebagaimana bepergian ke luar negeri. Aturan yang berlaku pun sama bagi pengguna pesawat terbang, berlaku pula peraturan penerbangan internasional.

Berarti ada barang bawaan yang boleh dibawa di bagasi pesawat maupun yang boleh dibawa dan bisa masuk ke dalam kabin. Semua peraturan itu ditujukan untuk keselamatan umum penerbangan. Aturan ini Diberlakukan secara ketat agar tidak terjadi kecelakaan penerbangan akibat barang bawaan penumpang.

Jangan sampai terjadi, karena ulah seseorang, nyawa seluruh penumpang sebagai tumbalnya. Selain itu, berlaku pula aturan ketat yang dikaitkan dengan kenyamanan penumpang, misalnya tas atau barang bawaan yang dibawa penumpang memiliki ukuran yang lebih besar dari ukuran kabin atau rak penyimpannya, sehingga tak muat untuk dimasukan ke dalam kabin.  Bila seperti itu, harus dikemanakan?

 

bagasi penerbangan umroh

 

Berat tiap cm persegi di dalam pesawat ada hitungannya dan punya pengaruh besar kepada keseimbangan pesawat terbang. Karena itu, dapat dimaklumi, mengapa penumpang harus mengenakan sabuk pengaman diwaktu akan tinggal landas atau akan landas.

Salah satu pemahamannya yaitu agar semua penumpang duduk dan diam ditempatnya masing-masing. Posisi berat tiap cm perseginya tertata, Pengawasan barang bawaan menjadi security check.

Dilakukan sebelum masuk pesawat, apa lagi di masa kini yang acap kalai dihantui oleh kenekatan teroris. Mereka memang tak masalah untuk mati, asalkan keinginannya tercapai. Paling tidak tindakan mereka mampu memberikan pesannya.

Oleh karena itu, kita atau jemaah umroh  yang tengah menuju ke Tanah Suci, tentu berniat baik, siap dan bersedia menjalankan aturan keselamatan penerbangan umroh yang termasuk dalam kategori penerbangan internasional. Seringkali penumpang mengabaikannya bahkan baru tersadar setelah barang disita oleh petugas

 

Berat bawaan

Aturan umum yang berlaku di dunia penerbangan internasional termasuk pada penerbangan umroh adalah 7 kg sebagai batas maksimum berat barang bawaan yang diizinkan dibawa ke kabin. Beberapa

maskapai bakal meminta penumpang termasuk para jamaah umroh untuk menimbang bawaan kabin pada saat check in.

 

bagasi jamaah umroh periksa

 

Pihak Angkasa Pura dan juga beberapa maskapai menyediakan wadah khusus berukuran tertentu (sekitar 56cm x 36cm x 23cm) dimana setiap penumpang wajib memasukkan tas yang akan dibawa ke kabin ke wadah tersebut. Jika tas Anda tidak dapat masuk ke wadah itu alias terlalu besar, maskapai tidak akan mengizinkan dibawa ke kabin dan menganjurkan untuk dimasukkan ke bagasi atau tidak dibawa.

Di Indonesia aturan ini jarang diberlakukan secara ketat, namun lolos dari bandara Indonesia belum tentu  berhasil di negara lain. Apalagi jika penerbangan umroh yang dipergunakan adalah penerbangan umroh dengan transit dinegara lain.

 

Benda cair

Segala jenis benda yang berbentuk cair diperbolehkan dibawa ke kabin, dengan maksimum volume hanya 100 ml per botol (sebagai patokan, air kemasan dalam gelas volumenya 250 ml). Umumnya, total cairan yang boleh dibawa di kabin sejumlah 1 liter yang bisa terbagi ke dalam 10 botol kecil berukuran masing-masing 100 ml.

Benda cair yang dimaksud bukan semata-mata benda yang benar-benar cair, tetapi juga termasuk gel, spray, odol, saus atau kecap. Pengecualian hanya berlaku untuk obat dan susu bayi, itu pun dalam batas yang wajar untuk sebuah perjalanan dalam satu kali penerbangan umroh. Tergantung lamanya penerbangan. Jika penerbanagn langsung, durasinya sekitar 9 hingga 12 jam sejak take off

Kalau yang harus dikonsumsi dalam jumlah banyak adalah obat, sebaiknya membawa surat keterangan dari dokter. Ingat, membawa produk makanan dan minuman bayi berarti si bayi harus turut serta dalam penerbangan tersebut.

 

bagasi penerbangan umroh air zam - zam

 

Benda cair lain yang tidak perlu mengikuti aturan maksimum 100 ml adalah yang dibeli di toko-toko bebas cukai (duty free) dalam bandara, contohnya parfum atau alkohol. Biasanya toko menggunakan kantong khusus yang transparan agar diketahui petugas.

Bagi jamaah umroh sebaiknya tidak “menyelundupkan” air zam – zam kedalam bagasi, baik dalam bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Risiko nya sangat besar, bisa jadi tas koper anda tidak terangkut oleh maskapai. Terlebih jika Anda tidak mengemas secara rapi dan timbul kebocoran.

 

Benda Tajam

 

Apapun alasannya, benda tajam dalam bawaan kabin pasti langsung disita petugas. Yang dimaksud benda tajam adalah barang yang berpotensi dapat digunakan sebagai benda tajam dalam ukuran apa pun, seperti aneka jenis pisau, gunting dan cutter.

Pastikan juga Anda tidak membawa barang apapun yang ada fasilitas pisau atau gunting, misalnya gunting kuku yang ada gunting lipatnya, gantungan kunci dengan pisau lipat, penggaris besi, dan lain – lain.

Sebagai jamaah umroh, alasan bahwa gunting tersebut akan dipakai dalam kegiatan tahullul pasti akan ditolak oleh petugas bandara. Bahkan peniti untuk mengenakan hijab pun kalau dalam jumlah banyak ada kemungkinan disita.

 

Benda berbahaya

 

Benda lainnya yang dilarang dibawa oleh calon jamaah umroh adalah yang dapat menimbulkan api atau ledakan. Contohnya korek api (baik kayu maupun gas), petasan, kembang api, oksigen, cat, thinner, cairan pemutih, pembersih toilet, baterai lithium dan sebagainya.

Sedangkan senjata dan peluru termasuk ke dalam daftar terlarang. Bila Anda seorang polisi dan ingin membawa pistol, maka Anda harus mengurus izin khusus ke maskapainya.

 

Lain – lain

 

Hal lain yang tidak tercantum dalam peraturan tapi perlu diperhatikan demi etika terhadap penumpang lain adalah makanan yang berbau tajam yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain, seperti durian dan terasi. Petugas Avsec  di akan memeriksa barang bawaan jamaah umroh. Jika ditemukan barang yang terlarang untuk di bawa akan di keluarkan oleh petugas.

 

selundupkan zam zam

 

Dalam hal ini ada beberapa barang yang tidak diperkenankan dibawa atau dimasukkan ke dalam koper besar dan tas tentengan.  Barang tersebut antara lain :

  1. Senjata tajam (golok, clurit, parang, pisau tajam, silet, gunting, pisau cutter, peniti, alat cukur, gunting kuku, dll)
  2. Perhiasaan dan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar
  3. Minyak tanah, minyak goreng, korek api gas
  4. Kompor, lampu gas, tabung gas, tabung oksigen
  5. Benda mudah meledak (bahan peledak, bom, senjata api dan amunisinya, kembang api, botol parfum, dll)
  6. Cairan yang bersifat korosif dan beracun (accu, air raksa, cuka, dll)
  7. Minuman / obat / cairan dalam kemasan botol plastik atau logam dengan volume lebih dari 1.000 mililiter (kecap, madu, anggur, sirup, obat cair, air zam zam, minuman ringan, cairan kental (gel), krim dan produk-produk kosmetik lainnya).
  8. Benda yang mengandung magnit
  9. Buah yang berbau menyengat (durian)
  10. Makanan kemasan kaleng (selai, sarden, dll)
  11. Bumbu dapur atau rempah – rempah
  12. Cutter, pisau dapur dan gunting kecil, dan obat-obatan untuk keperluan sendiri yang sudah didaftarkan via petugas kesehatan saat di bandara atau asrama haji dapat dibawa tetapi dimasukkan ke dalam koper besar.

 

Sebenarnya semua barang yang dibutuhkan saat ini dapat diperoleh dengan mudah di Arab Saudi, sehingga jamaah umroh cukup membawa uang atau kartu ATM logo VISA atau Master Card. Sayangnya hingga saat ini katu ATM berlogo GPN belum bisa dipakai untuk bertransaksi di luar negeri, termasuk di Arab Saudi.