Bandara Madinah adalah salah satu sarana penunjang yang di siapkan oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia khusus bagi para jamaah haji dan umroh. Bangunan ini berdiri sangat gagah dan modern di tengah tanah tandus dan kontur tanah bebatuan di sekitar kota Madinah. Bangunan itu memiliki nama resmi Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, atau memiliki kode IATA dengan singkatan MED

 

Bandara Madinah

 

Setelah beberapa kali mengalami renovasi, kini bangunan utama Bandara Madinah tampak mewah dan elegan. Namun tidak meninggalkan kesan anggun nan bersahaja, di antara kerumunan padang pasir dan tingginya sosok gunung terjal yang gagah berani.

Bandara Madinah merupakan bandara yang penting bagi perjalanan jamaah haji dan umroh. Bagi Buana Nur Iman, keberadaan nya tak terlepas dari  paket umroh landing Madinah. Pilihan mendarat di Madinah merupakan alternatif  mengurangi risiko lelah di perjalanan darat 6 hingga 8 jam menuju Madinah, jika harus mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Pertama kali romongan kami menginjakkan kaki di bandara Madinah, kesan bangunan baru dengan suasana nyaman langsung menghampiri kami. Dingin nya system pendingin udara di sangat bertolak belakang dengan panasnya suhu cuaca kota Madinah pada umunya. Ibaratnya, bangunan ini menjadi oase di tengah padang pasir yang tandus.

 

Bandara Madinah tampak depan

 

Bangunan baru Bandara Madinah ditopang ratusan tiang penyangga yang mayoritas berwarna putih. Disain tiang penopang ini didesain secara apik mirip pohon kurma. Bagaikan batang pohon kurma  lengkap dengan daun-daun yang menopang bagian atap bangunan. Bandara ini didominasi oleh warna hijau toska, sehingga meninggalkan kesan anggun dan modern.

 

Dari informasi dari berbagai sumber, bangunan baru bandara Madinah ini baru diresmikan sekira dua tahun. Luas wilayah termasuk apron, runway, dan terminal menjangkau 4 juta meter persegi. Diresmikan pada 2 Juli 2015 lalu, semua pengelolaannya diserahkan kepada pihak  pihak swasta. Sementara Jarak antara bandara Madinah menuju area Masjid Nabawi atau area Markaziyah dimana terletak hotel terdekat masjid Nabawi hanya memerlukan waktu hanya 20 menit saja.

 

Bandara Madinah ini di renovasi dengan dana lebih dari USD 1,2 miliar. Letaknya berada di sisi timur laut kota Madinah. Di depan bandara berdiri kokoh masjid bandara madinah yang berdiri megah dengan desain modern, seakan menyambut hangat kedatangan jamaah haji dan umroh. Bahkan jika malam tiba, masjid ini semakin bertambah anggun  lantaran sorot lampu yang memancarkan warna coklat keemasan kas padang pasir.

 

Bandara Madinah

 

 

Secara fasilitas bandara ini kesemuanya telah menerapkan metode yang serba canggih. Bandara yang memiliki dua landas pacu ini memiliki 3 Pintu utama, dengan ruang keberangkatan penumpang yang memiliki luas total 153.000 meter persegi. Bandara ini memiliki 16 lajur keberangkatan  yang terhubung  dengan 32 garbarata. Garbarata merupakan jembatan yang terhubung langsung ke badan pesawat ini mampu menampung pesawat sekelas airbus A380.

Sedangkan guna proses check ini dan boarding dilayani 64 loket, 24 loket guna jamaah umroh dan para peziarah dan 16 loket ekstra untuk boarding ketika musim haji tiba. Tak perlu cemas kelaparan di bandara ini. Berbagai menu makanan internasional dan lokal tersedia.

Bahkan, di antara produk makanan cepat saji asal Amerika pun tersedia di sini. Layaknya bandara internasional lainnya, sekian banyak  produk fashion, oleh – oleh  dan pernak pernik khas saudi pun tersedia disini.

 

Bandara Madinah McD

 

Saat kedatangan di bandara internasional di Kota Madinah ini tidak terdapat lagi persiapan untuk menunaikan umroh, layaknya  mandi, shalat sunah, dan miqat seperti jamaah yang landing di di Bandara Jeddah jika akan menuju langsung ke kota Mekkah.

Jika di Bandara Madinah, jemaah langsung di arahkan menuju ke bus usai melewati imigrasi yang jaraknya ke tempat parkir bus pun tidak terlampau jauh. Selanjutnya calon jamaah umroh  langsung mengarah ke hotel, sehingga  meminimalkan kelelahan calon jamaah umroh akibat 9 hingga 11 jam penerbangan umroh dari Indonesia . Proses imigrasinya pun lumayan singkat, jika dibandingkan dengan Bandara Jeddah.

Bandara Internasional Madinah yang baru ini sudah mendapatkan sertifikat golden category (LEED) sebagai bangunan bandara yang ramah lingkungan. Sehingga bandara ini adalahbandara internasional di luar wilayah Amerika pertama  yang menerima  sertifikasi tersebut. Demikian menurut keterangan dari laman kemenag.go.id

Pada musim haji tiba, jamaah gelombang pertama akan tiba di bandara ini. Sedangkan pada  gelombang kedua, semua jemaah haji tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Dua kantor perwakilan  haji Indonesia pun berada di bandara itu di setiap musim haji tiba