Lokasi Jabal Rumah

Jabal al-Rumah (Bahasa Arab: جبل الرماة), juga dikenal sebagai Jabal Ainain (Bahasa Arab: جبل عينين). Merupakan sebuah gunung kecil  yang letaknya berada di depan Jabal Uhud. Pada masa pecah peperangan Uhud, Rasulullah SAW telah menempatkan pasukan pemanah nya di Jabal Rumah. Instruksi yang ketat bahwasannya tentara pemanah tersebut tidak boleh meninggalkan tempat, apapun yang terjadi.

jabal rumah

 

Namun yang terjadi justru adanya “desersi “ pasukan pemanah atas perintah Rasulullah SAW, dengan banyaknya pemanah yang menganggap pertempuran telah berakhir dan berakibat fatal. Mereka turun gunung sebelum adanya perintah dari Rasulullah SAW yang menyebabkan berbaliknya posisi kemenangan bagi umat Islam dalam perang .

Dalam pertempuran tersebut Rasulullah menempatkan pasukan muslim di kaki Jabal Uhud atau pada bagian barat. Tentara Islam yang pantang menyerah berada dalam formasi yang amat kompak dengan panjang front kurang lebih 1.000 yard (sekitar 900 meter).

Pada Sayap kanan ditempatkan berada di kaki bukit Uhud sedangkan pada sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (sekarang dikenal dengan Jabal rumah,  tinggi 12 meter, dan memiliki panjang  kira2  150 meter).

Sungguh posisi pertahanan yang amat rapi, Sayap kanan Tentara Muslim pada posisi aman karena dilindungi oleh Jabal Uhud, sedangkan sayap kiri berada dalam kondisi bahaya dikarenakan musuh dari kaum kafir bisa memutar di bukit Ainain lalu menyerang dari belakang

Klik lokasi Peta Jabal Rumah di Google Maps

 

Strategi Rasulullah Dalam Perang Uhud

Mengetahui hal tersebut Rasulullah SAW menunjuk 50 pemanah di bawah pimpinan Abdullah bin Jubair RA untuk menempati posisi di Jabal ‘Ainain (sekarang Jabal rumah, yang berarti bukit pemanah) dan berkata secara tegas dan jelas kepadanya , ” Gunakan senjata panahanmu terhadap kavaleri (pasukan berkuda) musuh.

Jauhkan pasukan kavaleri dari belakang kita. Selama pasukan tetap di tempat nya (jabal rumah), bagian belakang kita akan dalam posisi aman. Dan janganlah sekali-kali kalian meninggalkan posisi  sekarang.  Apabila kalian telah melihat kami menang dan mendapatkan rampasan dari peperangan  janganlah bergabung (turun dari jabal rumah) namun Jika kalian melihat ada diantara kami yang terbunuh janganlah ikut menolong.

 

jabal rumah di madinah

 

Ketangguhan pasukan muslim dalam peperangan amatlah tak diragukan. Walaupun diatas kertas kekuatan mereka jauh lebih sedikit, namun atas izin Allah SWT mereka pun memenangan perang tersebut.  Namun sayang, Pasukan Pemanah pun terlena.

Melihat bahwa pertempuran yang sedang terjadi  lebih di dominasi oleh kaum pejuang Muslim, dan kaum musyrik yang berhasil dipukul mundur menjadikan semangat  di kalangan para pemanah Muslim untuk terus mengejar musuh yang melarikan diri lari tunggang langgang dan mengumpulkan harta jarahan perang yang ditinggalkan.

 

Perintah Rasulullah yang Terabaikan

Mengetahui posisi tentara muslim sudah “diatas angin” Satu persatu tentara muslim banyak yang mulai meninggalkan posisi mereka di Jabal rumah. Abdullah bin Jubair RA pun mencoba dengan sekuat tenaga untuk tetap mensiagakan mereka dengan mengingatkan para serdadu nya akan perintah Rasulullah SAW dan meminta mereka untuk  tetap tinggal diam hingga ada perintah dari Rasulullah.

Tapi apa hendak dikata, tak lebih dari 10 kaum muslim yang ditugaskan sebagai pemanah saja yang mendengarkan perintah nya, dengan alasan bahwa perintah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW hanya untuk durasi peperangan yang sebenarnya.

Melihat hal ini Pasukan kavaleri  kaum kafir dengan jeli  melihat peluang celah  yang  tidak dijaga di belakang. Mereka pun memutar arah, membuat gerakan mirip sayap , dan merangsek masuk , dan jatuh tepat di belakang pasukan Muslim , yang sedang sibuk dengan barang jarahan nya. Abdullah bin Jubair RA menjadi bulan – bulanan musuh di tempatnya.

 

Rasulullah SAW Turut Menjadi Korban

Ini serangan mendadak oleh musyrik menciptakan kebingungan sementara di jajaran Muslim dan mereka menghentikan pengejaran tentara yang hendak kabur ke kota Mekkah  al Mukarramah. Setelah jabal rumah berhasil dikuasai oleh pasukan kafir pimpinan Khalid bin Walid (yang kala itu belum memeluk Islam), kaum muslimin pun mulai terdesak dan terus menjadi sasaran anak panah tajam dari pasukan kafir Quraisy.

Setelah berhasil merebut posisi di atas bukit, serdadu kafir pun merasa telah memenangkan pertempuran, apalagi karena tidak melihat Rasulullah SAW. Abu Sofyan pun menduga bahwa Rasulullah SAW telah wafat terbunuh dalam perang tersebut.  Ia pun bersorak sorai kegirangan di atas bukit, “Muhammad sudah mati! Perang sudah berakhir! Kami lah sang pemenangnya !!!” Tapi  ternyata ia salah menduga.

Rasulullah SAW masih hidup. Sesaat setelah Abu Sofyan memberi pengumuman tersebut, Rasulullah keluar dari tempatnya  berlindung – Rasulullah terluka akibat baju yang dipergunakan saat  berperang mengenai wajahnya sehingga harus mendapatkan pengobatan. Saat muncul Rasulullah memberitahukan wahyu yang baru di turunkan , untuk menjadi penawar menenangkan hati para pasukan muslim yang bersedih karena banyak yang terbunuh sebagai syuhada’. QS Ali Imran 139-140

ali imran 140

 

Gugurnya “Singa Allah”

Perang ini menyisakan duka yang mendalam bagi Rasulullah. Paman Beliau Hamzah bin Abdul Muthathalib yang mendapat julukan “Singa Allah”  gugur sebagai Syahid. Beliau di bunuh oleh Wahsyi bin Harb, seorang budak suruhan Hindun binti Uthbah.

Hindun binti Uthbah memang memiliki dendam terhadap Sayyidina Hamzah. Ayah Hindun, Utbah bin Rabi’ah mati dibunuh oleh Sayyidina Hamzah pada saat perang Badar. Sehingga ia menyuruh Wahsyi khusus untuk membunuh Hamzah, dengan janji kemerdekakaan nya dari perbudakan

Wahsyi pun berhasil menancapkan tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggang bagian bawah Hamzah.  Sempat  bangkit dan berusaha berjalan ke arah Wahsyi, namun pada  akhirnya Sayyidina Hamzah roboh dan meninggal dunia sebagai syahid.

 

perang uhud

 

Usai pertempuran, Hindun dan beberapa wanita yang bersamanya berjalan menghitung jumlah korban dari pihak Muslimin. Dengan teganya mereka memotong telinga dan hidung jasad para syuhada’dan memakainya sebagai gelang kaki dan kalung.

Ketika menjumpai jasad Sayyidina Hamzah, Hindun melakukan tindakan diluar batas kewajaran. Dirobek nya perut Sayyidina Hamzah, dikeluarkanya organ hati, lalu ia mengunyahnya. Namun ternyata Hindu tidak mampu menelannya, sehingga memuntahkannya kembali.

 

Ziarah Makam Syuhada’ Uhud

Makam Syuhada’ Uhud terletak hanya beberapa meter dari Jabal Rumah. Jika kita mendatangi lokasi kompleks pemakaman tersebut akan terlihat bangunan yang amat sederhana. Hanya dikelilingi pagar dengan tembok yang tingginya tak lebih dari 2 (dua) meter. Tampak dari luar yang terlihat hanya tembok dengan jeruji. Sehingga para jamaah haji dan umroh hanya berkesempatan untuk melongok ke dalam.

Di dalam kompleks permakaman tersebut, tidak nampak adanya tanda-tanda khusus seperti batu nisan, layaknya pemakaman para pahlawan di tanah air kita, yang menandakan adanya  makam para syuhada’ di sana.

Biasanya jamaah haji dan umroh menyempatkan diri untuk berziarah ke makam para syuhada’ uhud, maka sunah ketika berziarah ke Jabal uhud ini dengan memberikan salam kepada para syuhada Uhud serta mendoakannya, yang telah berjuang demi membela Islam.

 

makam uhud

 

Bagi jamaah umroh Mandiri atau umroh tanpa biro umroh tetap dapat mengunjungi jabal uhud dan Jabal Rumah.  Dari masjid nabawi dapat menggunakan bus kota atau bus pariwisata. Tidak lengkap rasa nya mengunjungi kota Madinah tanpa berziarah ke makam syuhada’ yang berada di dekat Jabal Uhud