Cemburu Pada Jabal Uhud

Berada di Jabal uhud ini membuat hati kita serasa cemburu, cemas, sekaligus rindu. Cemburu karena begitu banyak sekali keistimewaan Jabal uhud yang menyaksikan berbagai peristiwa sejarah besar Umat Muslim didalamnya.  Disemayamkan nya para syuhada’ uhud dalam keabadian Nya, dan yang jelas gunung ini adalah gunung yang dicintai Rasulullah SAW dan dijanjikan surga!!.

Hati ini juga merasa cemas kerana selaku umat Islam kita tak mendapat janji  akan masuk surga dan kekal di dalamnya, hanya diberi tawaran, antara Surga atau Neraka. Ini berarti kita belum tentu memiliki jaminan apapun untuk menikmati surga sekalipun kita telah merasa berada didalam agama Islam.

 

Jabal Uhud Madinah

 

Namun satu hal yang dapat kita petik dari Gunung Uhud atau jabal uhud, yakni semangat kemenangan umat  Islam. Jabal uhud atau Bukit Uhud (جبل أحد) merupakan sebuah bukit yang terletak di sebalah utara kota Madinah Al Munawarrah memiliki ketinggian 1.077 meter diatas permukaan laut. Bukit ini merupakan saksi pertempuran yang kedua antara Umat Muslim dengan pasukan kafir dari kota Mekkah al Mukarramah.

 

Jabal Uhud dan Makam Syuhada’ Uhud

Jabal uhud merupakan gunung batu yang memiliki ke – khas – an. Dia berwarna kemerahan, dengan ukuran yang tak begitu besar (jika dibandingkan dengan ukuran gunung pada umumnya.

Bukit Uhud atau Gunung Uhud terletak secara terpisah dari bukit – bukit lain.  Bentuk Jabal uhud, seperti sekelompok bukit yang tidak memiliki keterkaitan dengan bukit yang lain. Padahal pada umumnya bukit di kota Madinah, berangkaian, saling sambung menyambung.

Karena itulah,  penduduk kota Madinah menyebut Jabal (Gunung/Bukit) sebagai Jabal uhud yang mempunyai arti ‘bukit yang menyendiri‘.

Jabal uhud menjadi tempat ziarah jamaah haji dan umroh yang berkunjung ke kota Madinah al Munawarah. Dahulu, daerah uhud memang menjadi perlintasan jamaah yang menuju Kota Madinah Al Munawarrah maupun yang menuju Makkah Al Mukarramah. Letaknya memang di tepi jalan raya tempat perlintasan menuju kedua kota itu. Jabal uhud terletak 5 kilometer dari Masjid Nabawi.

 

makam syuhada uhud

 

Sebelum dibangun jalan baru yang menghubungkan Kota Makkah dan Madinah oleh pemerintah Kerajaan Saudi, Jabal uhud senantiasa dilewati oleh jamaah yang hendak menuju Madinah maupun dan sebaliknya.  Letaknya memang di pinggir jalan raya menuju kedua kota itu.

Namun, sejak musim haji  tahun 1984, perjalanan jamaah haji dan umroh dari Mekkah menuju Madinah dan sebaliknya, tidak lagi melalui jalur tersebut. Melainkan melalui  jalan tol baru yang tidak melintasi daerah ini.

Di Jabal uhud inilah berkecamuk perang yang amat dahsyat antara kaum muslim melawan kekuatan kaum kafir dari Mekkah dengan jumlah pasukan yang tidak simbang.  Dari pihak kaum mulimin berjumlah sekitar 700 serdadu, sementara di pihak kaum kafir setidaknya terdapat 3.000 pasukan.

Dalam perang tersebut sejarah mencatat 70 orang syuhada’ gugur. Di antaranya adalah paman Rasulullah SAW Hamzah bin Abdul Muthalib. Kecintaan Rasulullah SAW kepada para syuhada’  Uhud, membuat Beliau selalu berziarah ke makam hampir setiap tahun.

 

Kisah Pertempuran Uhud

Pertempuran Uhud adalah pertempuran dasyat yang melibatkan kekuatan yang tidak seimbang antara tentara kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy. Tentara kaum muslimin berjumlah 700 orang, sementara di pihak kaum kafir terdiri atas 3000 serdadu. Pertempuran ini pecah pada tanggal 22 Maret 625 M (7 Syawal 3 H) atau setahun lebih seminggu setelah Pertempuran Badr.

Rasulullah memimpin langsung para Tentara Islam, sementara tentara kafir di bawah komando Abu Sufyan. Rasulullah mulai menyusun strategi dengan menempatkan pasukan Muslim di kaki bukit Uhud di bagian barat. Di bagian kanan di tempatkan di kaki jabal Uhud, sementara pada bagian kiri berada di kaki bukit Ainain (bukit rumah atau jabal rumah).

Secara tata letak, di bagian kanan umat Muslim lebih aman, letaknya terlindungi oleh keberadaan jabal Uhud. Sementara pada bagian sebelah kiri situasi nya sangatlah bahaya. Rasulullah yang memang ahli dalam strategi perang memperkirakan nanyinya para tentara kafur dapat melingkari bukit Ainain dan memukul tentara muslim dari belakang. Untuk itulah rasulullah menempatkan 50 pasukan pemanah di Bukit Ainain. Para pemanah ini berada dibawah pimpinan Abdullah bin Zubair RA.

 

perang uhud

 

Sebelum berperang, Rasulullah dengan tegas memberikan pesan kepada para pasukan pemanah, “Gunakan panahmu terhadap musuh dan Jauhkan dari belakang kita”. Jangan kalian meninggalkan posisi ini, apapun yang terjadi. Jika kalian melihat kami menang, jangan bergabung; jika kalian melihat kami kalah, jangan datang untuk menolong kami.”

Seluruh tentara muslimin bergerak serentak maju ke depan, hingga kemenangan pun berpihak kepada kaum muslimin. Para tentara kafir pun bubar, berlarian dengan meninggalkan harta yang dibawa. Namun ternyata keadaan ini tak berlangsung lama.

Tentara muslim yang terlena dengan harta benda yang ditinggalkan, melupakan apa yang telah di sampaikan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka turun dari bukit, tidak mengindahkan apa yang telah dipesankan oleh Rasulullah. Di saat sedang asyik mengumpulkan harta benda milik pasukan musuh yang ditinggal itulah kaum kafir Quraisy melihatnya sebagai peluang. Mereka berbalik arah dan menduduki bukit Uhud.

 

Gugurnya Sayyidina Hamzah, si “Singa Allah”

Tentara kafir mulai melancarkan serangan balik kepada kaum muslimin secara membabi buta dari atas bukit tersebut. Pasukan muslim pun seolah tidak siap, terkejut dan kocar-kacir dibuatnya. Melihat pemandangan demikian, paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthathalib yang mendapat julukan “Singa Allah”   berusaha kembali menghalau serangan  kaum Quraisy.

Namun di lain pihak, Wahsyi bin Harb, seorang budak suruhan Hindun binti Uthbah terus mengintai gerak gerik Hamzah bin Abdul-Muththalib dari balik batu besar. Hindun binti Uthbah memang memiliki dendam terhadap Sayyidina Hamzah. Ayah Hindun, Utbah bin Rabi’ah mati dibunuh oleh Sayyidina Hamzah pada saat perang Badar. Sehingga ia menyuruh Wahsyi khusus untuk membunuh Hamzah, dengan janji kemerdekakaan nya dari perbudakan

 

uhud

 

Wahsyi pun berhasil menancapkan tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggang bagian bawah Hamzah.  Sempat  bangkit dan berusaha berjalan ke arah Wahsyi, namun pada  akhirnya Sayyidina Hamzah roboh dan meninggal dunia sebagai syahid.

Usai pertempuran uhud, Hindun dan beberapa wanita yang bersamanya berjalan menghitung jumlah korban dari pihak Muslimin. Dengan teganya mereka memotong telinga dan hidung jasad para syuhada’dan memakainya sebagai gelang kaki dan kalung.

Ketika menjumpai jasad Sayyidina Hamzah, Hindun melakukan tindakan diluar batas kewajaran. Dirobek nya perut Sayyidina Hamzah, dikeluarkanya organ hati, lalu ia mengunyahnya. Namun ternyata Hindu tidak mampu menelannya, sehingga memuntahkannya kembali.

 

Ziarah Makam Syuhada’ Uhud

jika kita mendatangi lokasi kompleks pemakaman tersebut akan terlihat bangunan yang amat sederhana, hanya dikelilingi pagar dengan tembok yang tingginya tak lebih dari 2 (dua) meter. Tampak dari luar yang terlihat hanya tembok dengan jeruji, sehingga para jamaah haji dan umroh hanya berkesempatan tuk melongok sedikit ke dalam.

Di dalam kompleks permakaman tersebut, tidak nampak adanya tanda-tanda khusus seperti batu nisan, layaknya pemakaman para pahlawan di tanah air kita, yang menandakan adanya  makam para syuhada’ di sana.

 

makam uhud

 

Para jamaah haji dan umroh dipastikan berziarah ke makam para syuhada’ uhud, maka sunah ketika berziarah ke Jabal uhud ini dengan memberikan  salam kepada para syuhada Uhud serta mendoakannya, yang telah berjuang demi membela Islam.

Ziarah ke Jabal uhud dan makam syuhada’ uhud merupakan jadwal biro umroh wajib saat city tour kota madinah. Namun, bagi jamaah umroh Mandiri atau umroh tanpa biro umroh dapat mengunjungi jabal uhud dengan menggunakan bus kota atau bus pariwisata. Tidak lengkap rasa nya mengunjungi kota Madinah tanpa berziarah ke makam syuhada’ yang berada di dekat Jabal Uhud