Kedudukan Ka’bah Menurut Bangsa Arab pernah disinggung pada tulisan kami sebelumnya. Ka’bah memiliki posisi yang mulia dan terhormat. Bukan hanya bagi masyarakat Arab sekitarnya, namun masyarakat yang hidup jauh dari wilayah tandus Arab. Hal ini karena eksistensi kota Mekkah yang memiliki nama kuno Bakkah (Matchoraba), tidak bisa dipisahkan dari keberadaan Ka’bah, yang dengan Ka’bah itulah Mekkah disebut dengan Bait Al-‘Atiq (tempat rumah tertua di muka bumi di bangun).

kedudukan ka'bah

Ka’bah memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan seluruh umat manusia, tidak hanya bagi jamaah haji dan umroh saja. Bapak dari sekalian manusia telah membangun bangunan ini untuk tempat ibadah bagi anak cucunya. Maka, bisa dikatakan jika usia Ka’bah setua usia manusia selama berada di bumi. Karenanya, wajar jika Al-Qur’an menyebutnya sebagai rumah purba kebudayaan umat manusia. Al-Jurjawi mengatakan bahwa di masalalu bangsa Cina dan India sangat mengenal Ka’bah. Bangsa India meyakini jika ruh dewa Syiwa tela menitis ke dalam Hajar Aswad ketika dewa itu berkunjung ke wilayah Hijaz bersama istrinya. Mereka sangat menyucikan batu di atas segalanya.

Bangsa Persia menaruh hormat pada tempat suci ini. Mereka meyakini bahwa arwah Hurmuz bersemayam di dalam Ka’bah. Mereka melakukan kunjungan ke bangunan ini, jauh sebelum kedatangan Islam. Hal ini dapat dibuktikan dalam syair-syair mereka. Umat Shabi’ah, sebuah aliran kepercayaan yang meyakini kekuatan bintang, juga sangat menghormati Ka’bah. Mereka menganggapnya sebagai salah satu dari tujuh kuil yang wajib dihormati dan disucikan. Negeri-negeri timur banyak yang menganut aliran kepercayaan ini hingga sekarang.

 

 

Begitu pula pengikut Yahudi, mereka memberikan penghormatan pada tempat ini. Menurut sebuah informasi, disebutkan bahwa umat Yahudi pada masa lalu menggunakannya sebagai tempat ibadah sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Penghormatan yang diberikan oleh umat Nasrani tidak kalah dengan yang diberikan oleh pengikut agama-agama lain. Mereka meletakkan banyak gambar dan patung di sekitar Ka’bah. Mereka memasang patung Ibrahim, Ismail, Mariam, Isa, dan lain-lain. Bangsa Arab meniru tradisi Nasrani ini dengan memasang patung-patung sesuai dengan kepercayaan dan kelompok suku mereka. Posisi Ka’bah begitu tinggi di hadapan bangsa Arab.

Mereka menjadikan bumi itu sebagai bumi suci dan terhormat (haram). Tidak boleh ada pertumpahan darah di bumi ini. Setiap orang mendapatkan jaminan keamanan ketika memasuki wilayah haram ini. Bahkan, bukan hanya menusia. Hewan dan tumbuh-tumbuhan pun mendapatkan jaminan perlindungan secara utuh.

Bentuk penghormatan lain yang diberikan bangsa Arab yang hidup di sekitarnya adalah dengan mengunjunginya setiap tahun. Bulan-bulan berkunjung (hajji) itu adalah : Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Mereka menghentikan perang pada musim ini. Mereka memberikan jaminan keamanan kepada orang-orang yang hendak berkunjung ke Ka’bah. Mereka bersepakat bahwa para pengunjung Ka’bah harus diberi jaminan keamanan pada bulan-bulan ini sampai mereka kembali ke tanah asalnya.

 

ka'bah jaman dahulu

 

Pada masa jahiliah, ada penjaga keamanan yang dikenal dengan nama Hilful Fudhul. Mereka merupakan gabungan pasukan Bani Hasyim, Bani Asad, Bani Tamim, dan pasukan Bani Zhrah. Tugas mereka menjaga Mekka agar bersih dari berbagai bentuk tindak kezaliman, baik kepada warga Mekkah sendiri atau bukan. Mereka akan menangkap dan menghukum pelaku kezaliman serta memberikan hak pihak yang dizalimi. Lembaga keadilan dan keamanan ini masih ada samapi zaman Nabi.

Ketika mengomentari majelis itu, Nabi bersabda, “Aku telah benar-benar menyaksikan sebuah perkumpulan di rumah Abdullah bin Jud’an. Aku tidak lebih senang jika memiliki ternak merah. Jika saja aku diajak (untuk mengikuti perkumpulan itu) di zaman Islam, niscaya aku akan mengabulkannya.” (HR. Baihaqi, No. 13.461).

Umat Islam mempertahankan beberapa tradisi, baik yang ada pada masa jahiliah dan meluruskan yang salah dari tradisi itu. Larangan membunuh hewan dan merusak tumbuh-tumbuhan tetap diberlakukan. Jaminan keamanan bagi mereka yang masuk wilayah ini juga diberlakukan. Begitu pula dengan perlindungan dari berbagai bentuk kezaliman.

Semua sudah diatur oleh ajaran Islam dan diterapkan oleh umatnya sampai sekarang. Peraturan itu diterapkan sebagai penghormatan pada Ka’bah yang mulia.

 

Tag : Kedudukan Ka’bah Menurut Bangsa Arab

 

 

 

Kedudukan Ka’bah Menurut Bangsa Arab
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.