Sisi Lain Kota Madinah yang Bercahaya

Kota Madinah atau dinamakan dengan Madinah Al Munawarrah (Arab: المدينة المنورة‎,) secara bahasa berarti “kota yang tercererahkan” atau kota yang bercahaya. Kota ini menempati peringkat kedua sebagai tempat paling suci umat Muslim setelah kota suci Mekah.

Kota Madinah

 

Inilah kota yang memberikan perlindungan kepada Nabi Muhammad dan umat Muslim pada awal setelah hijrah mereka dari kota Mekkah. Di kota ini pula rumah sekaligus terletak makam Baginda Rasulullah SAW.

Kota Madinah awalnya dikenal sebagai Yatsrib, sebuah kota bak oasis di tengah padang pasir yang berasal dari abad ke-6 SM. Selama perang antara orang Yahudi dan Romawi pada abad ketiga Masehi, banyak orang Yahudi meninggalkan Yerusalem dan bermigrasi ke tempat leluhur mereka, Yatsrib (sekarang Madinah).

 

Madinah Sebelum Kedatangan Rasulullah

Sejarah perkembangan kota Madinah bila ditarik jauh kebelakang bermula saat Kaisar Nero mengirim pasukan Romawi besar-besaran di bawah Petra Lenidas ke Madinah. Mereka datang dengan tujuan untuk membantai orang-orang Yahudi pada 213 Masehi.

Sebuah komunitas berhasil selamat dari serangan pembantaian itu. Dan pada saat Nabi hijrah sekitar tahun 622 Masehi ada banyak orang Yahudi di sekitar kota Yatsrib. Pada awal mula rencana kedatangan Rasulullah di kota Madinah, sebenarnya Orang-orang Yahudi menyambut berita itu dengan sangat antusias. Mereka bersemangat menunggu kedatangan seorang nabi yang, menurut kitab suci mereka, akan muncul di Madinah.

Mereka biasa mengejek orang-orang Arab setempat, bahwa suatu ketika apa yang disebutkan dalam keyakinan mereka akan benar-benar tiba. Menurut ramalan mereka, orang-orang Yahudi akan menghancurkan orang-orang kafir sebagaimana nenek moyang mereka,  Aad dan Tsamud telah dihancurkan karena penyembahan berhala mereka.

Namun, ketika mereka menyadari bahwa nabi terakhir dipilih di antara orang-orang Arab, daripada dari orang Yahudi harga diri mereka seolah terinjak – injak. Banyak dari mereka yang kemudian meningkarinya. Seperti Wahyu Allah dalam Al-Quran QS Albaqarah 146.

 

kota madinah

 

Meskipun demikian, tidak semua orang Yahudi yang mendiami kota Yatsrib menolak kedatangan Rasulullah. Ada beberapa orang Yahudi yang kemudian memeluk Islam. Terutama Hussain bin Salam, salah satu rabbi (pemuka agama) Yahudi yang dikenal paling terpelajar.  Dikemudian hari Rasulullah mengubah namanya menjadi Abdullah bin Salam.

Hussain bin Salam adalah seorang pemuka agama Yahudi di Madinah yang sangat dihormati. Sebagai seorang pemimpin agama Yahudi, Ia mengetahui betul isi kandungan dari Taurat. Oleh karena itu, Ia mengetahui akan hadirnya nabi terakhir.

Dikutip dari beberapa sumber, setelah kedatangan Rasulullah,  Hussain bin Salam kemudian memeluk Islam. Ia pun mengajak kaumnya untuk mempercayai keRasulan Nabi Muhammad, tetapi kaumnya menolak dan menganggap Abdullah bin Salam sebagai pembohong, karena memeluk agama Islam.

 

Kota Madinah Tidak Asing bagi Rasulullah

Sebenarnya Kota Madinah tidak asing bagi Rasulullah Muhammad SAW ketika Beliau hijrah ke Madinah. Ayah Beliau, Abdullah bin Abdul Muththalib, dimakamkan di Yatsrib (Madinah) saat berusia 25 tahun. Saat itu Abdullah bin Abdul Muththalib yang membawa khafilah dagang Qurays menuju ke Syam. Dalam perjalanan sekembalinya dari Syam, ia terserang penyakit dan memutuskan untuk beristirahat di kota Yastrib, hingga meninggal di kota tersebut setelah satu bulan lamanya.

Abdullah mewariskan seorang budak yang bernama Ummu Aiman, 5 ekor unta, segerombolan kambing, pedang tua dan sejumlah uang untuk putranya (Nabi Muhammad saw). Ketika Rasulullah berusia enam tahun, bersama ibunya,  Aminah, dan gadis budak mereka yang setia, Barakah, yang kemudian dikenal sebagai Ummu Aiman, pergi ke Kota Yatsrib.

 

kota suci madinah

 

Di kemudian hari diceritakan bagaimana Rasulullah belajar berenang di kolam milik kerabatnya yang tinggal bersama mereka. Mereka itu mengajarkan kepada Muhammad SAW kecil bagaimana cara menerbangkan layang-layang.

Namun, tidak lama setelah berada di kota Madinah, mereka berangkat untuk perjalanan pulang. Di tengah perjalanan pulang, ibunda Rasulullah jatuh sakit.  Ibunda Rasulullah meninggal beberapa hari kemudian di daerah Abwa, tidak jauh dari Yatsrib.

Barakah melakukan apa yang dia bisa untuk menghibur anak itu (Muhammad SAW), sekarang Beliau telah menjadi yatim piatu. Dibawanya Rasulullah kembali ke kota Mekkah.

Sekitar satu tahun sebelum migrasi, Nabi telah mengirim Mus’ab bin Umair pada awal misi untuk menyebarkan Islam kepada orang-orang Madinah. Di saat itulah banyak dari orang Anshar menjadi Muslim di tangannya.

 

Kondisi Sosial dan Geografis Kota Madinah

Madinah terletak 340 km utara Mekah. Pada zaman dahulu, dalam beberapa riwayat menyebutkan di tempuh selama delapan hingga satu bulan menggunakan unta. Namun pada saat sekarang sudah dibangung jalan bebas hambatan dan kereta cepat. Jarak antar kota suci Makkah dan Madinah hanya berkisar antara dua hingga enam jam perjalanan.

Sejak jaman sebelum Islam berkembang, kota Madinah, yang dikenal pula dengan sebutan Thaiba (طيبة) sudah terkenal sebagai kota perdagangan. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi faktor penopang utama perekonomian kota itu. Terlebih disektor ditopang oleh perkebunan, terutama kebun kurma

 

kebun kurma madinah

 

Pada masa Rasulullah SAW Madinah kira-kira seukuran masjid saat ini dan daerah ubin berwarna putih di sekitar Masjid Nabawi. Namun seiring dengan pertumbuhan laju penduduk, kota madinah terus berkembang, dan bahkan kini telah melampaui batas tanah haram

Kini Madinah bersama kota suci Mekkah berada di bawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi. Atas kebijakan pemerintah kerajaan Saudi Arabia melarang non Muslim untuk memasuki kota Madinah. Dari sisi pelayanan terhadap jamaah haji dan umroh, saat ini kota Madinah dapat diakses melalui Udara dari segaa penjuru dunia.

Disana terletak Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz  yang igunakan pada musim haji, selain bandara king Abdul Aziz Jeddah. Suhu udara kota Madinah sendiri berkisar antara 10 °C sampai 45 °C pada waktu musim panas.

Madinah juga merupakan tempat bagi tiga masjid tertua yang pernah dibangun, yaitu Masjid Quba, Masjid Nabawi,dan Masjid Qiblatain.

 

Beberapa Hadist Riwayat Tentang Kota Madinah

Diceritakan Anas RA : Setiap kali Nabi kembali dari perjalanan dan mengamati tembok-tembok Madinah, dia akan membuat kudanya melaju cepat, dan jika dia berada di atas seekor binatang (yaitu seekor kuda), dia akan membuatnya berpacu karena cintanya pada Madinah [Bukhari].

Rasulullah SAW bersabda: “Bagi orang beriman, Madinah adalah tempat terbaik. Kalau saja mereka bisa memahami kebajikan itu sepenuhnya, mereka tidak akan pernah meninggalkannya, dan siapa pun yang meninggalkan nya, setelah menjadi kecewa dengan itu, Allah akan mengirim seseorang yang lebih baik untuk menggantikannya. Dan siapa pun yang dengan sabar menanggung siksaan di Madinah, baginya dia akan menjadi perantara (atau saksi) pada Hari Qiyamah. ”[Muslim]

Ini diriwayatkan oleh Aisyah (ra dengan dia): Ketika kami datang ke Madinah, itu adalah tempat yang tidak sehat, tidak bersahabat. Abu Bakar RA jatuh sakit dan Bilal RA juga jatuh sakit; dan ketika Rasulullah SAW melihat penyakit para sahabatnya, Beliau berkata: “Ya Allah, jadikan Madinah sebagai kekasih bagi kami sebagaimana kami mencintai kota Mekkah, atau lebih dari itu;

Dinyatakan dalam hadits lain: “Tidak akan ada kota yang tidak akan dimasuki Ad-Dajjal kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak akan ada jalan masuk (jalan) tetapi para malaikat akan berdiri di barisan yang menjaganya. melawan dia, dan kemudian Madinah akan mengguncang dengan penduduknya tiga kali dan Allah akan mengusir semua orang yang tidak beriman dan orang-orang munafik darinya. “[Bukhari]

Dikisahkan Abu Huraira RA : Nabi berkata, “Sesungguhnya, Keyakinan kembali dan kembali ke Madinah sebagai ular kembali dan kembali ke lubangnya (ketika dalam bahaya).” [Bukhari)