Kedudukan dalam Islam

Makam Baqi’ Madinah atau Jannatul Baqi merupakan tempat pemakanan (kuburan) yang terletak  tepat di samping Masjid Nabawi. Lebih dari 10.000 sahabat Rasulullah SAW dan jamaah haji dan umroh dari berbagai negara dimakamkan disini.

Ketika Rasulullah Muhammad SAW tiba di Madinah, tempat ini ditutupi oleh Lyceum Shawii atau pohon-pohon Arab Boxthorn yang juga dikenal sebagai Gharqad. Dengan demikian, kuburan ini juga dikenal sebagai Baqi Al Gharqad.

 

Makam Baqi' Madinah - Umroh Semarang

 

Tinedhib al-Faidi menyebutkan secara bahasa baqi’ berarti  setiap tempat yang terdapat pokok pohon (dari sisa pohon yang habis ditebang, namun menyisakan sedikit bagian hingga akar) yang ditebang dari berbagai sisi.

Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi’ memiliki tempat khusus di dalam sejarah perkembangan Islam. Makam seluas 174.962 meter persegi ini berisi jasad mereka yang diberkati oleh Allah SWT. Tidak sembarang orang yang mendapatkan kesempatan untuk dimakamkan di sana.

Beberapa orang juga percaya bahwa orang yang beristirahat dengan tenang di Makam Baqi’ Madinah akan langsung menuju Surga (Jannah) atas syafaat yang diberikan Rasullulah SAW atasnya. Karena itu, sebagian besar orang ingin dimakamkan di Jannatul Baqi setelah kematian mereka.

Dalam sebuah tulisan Sejarawan Islam Al – Faidi, menambahkan bahwa Baqi’ sudah ada semenjak sebelum kedatangan Islam. Baqi juga  bukan satu – satunya pekuburan kota Madinah saat Islam datang

Baqi’ sama seperti makam lain di Madinah, tidak memiliki keistimewaan apapun, hingga Rasulullah menjadikan Baqi’ sebagai tempat pemakaman kaum muslim.

Perintah untuk menjadikan makam Baqi’ Madinah sebagai pemakaman umat muslim merupakan perintah dari Allah melalui Rasul-Nya.

 

Kriteria Penghuni Jannatul Baqi

Sekarang muncul pertanyaan, siapa yang mendapat kesempatan untuk dimakamkan di Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi. Beberapa literature pun menyebutkan tetang masalah ini.

Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi tidak terbuka untuk semua orang. Siapa pun  tidak dapat menggunakan pengaruh untuk dimakamkan di sini. Baik itu pejabat maupun rakyat, bahkan pengaruh  seorang raja Saudi sekalipun

Satu – satunya kriteria yang berhak dimakamkan di Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi adalah tempat seseorang meninggal. Jika seseorang meninggal di kota Madinah, ia akan berhak untuk dimakamkan di Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi.

Jika dia meninggal di tempat lain di Arab Saudi (apalagi di luar Saudi) tidak peduli siapa dia, dia tidak akan dimakamkan di Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi.

Kriteria inilah yang banyak membuat orang tidak meninggalkan Madinah selama bertahun – tahun. Banyak warga Saudi atau bahkan warga Madinah yang selama beberapa dekade atau beberapa tahun tidak pernah meninggalkan kota Madinah Al Munawwarah.

Mereka takut jika mereka mati ketika mereka berada di luar kota Madinah, mereka tidak akan bisa mendapatkan tempat di Jannatul Baqi atau Pemakaman Baqi.

Ini juga salah satu alasan mengapa tak satu pun dari Raja Arab Saudi mendapat kesempatan untuk dimakamkan di Arab Saudi karena mereka tidak meninggal di kota Madinah.

Beberapa istri Rasulullah Muhammad SAW juga beristirahat dengan tenang di Makam Baqi, dan banyak para pemuka dan orang – orang shaleh lainnya dimakamkan di tempat ini.

Maqam Baqi  dipilih oleh Rasulullah SAW memilih untuk menjadikannya sebagai pemakaman umat muslim segera setelah hijrah Beliau ke Madinah.

Jamaah haji dan Umroh dari Indonesia apabila meninggal di kota Madinah dipastikan akan di sholatkan di Masjid Nabawi, untuk kemudian di makamkan di Makam Baqi.

Banyak haditst Riwayat yang menyebut keutamaan tempat Pemakaman Baqi’, satu yang paling terkenal antara lain hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi No 3917 yang dishahihkan an-Nasai dan al-Albani

 

Hadist Makam Baqi' Biro Umroh Semarang

 

Makam Tanpa Nama

 

Pemakaman Baqi yang terletak di sudut kiri Masjid Nabawi (sebelah kiri tempat Imam) dahulu berada di luar kompleks Masjid Nabawi. Namun seiring dengan perluasan Masjid Nabawi, kini letaknya berada persis di sebelah kompleks masjid paling megah di Kota Nabi.

Ratusan hotel harus rela di bongkar untuk perluasan maqam Baqi. Saat itu harga tiap meter tanah di Pemakaman Baqi’ mencapai setengah juta Riyal (Rp 2 Milyar/ meter). Pemakaman baqi bukan lah makam yang di desain secara mewah yang diperuntukkan khusus untuk  orang – orang yang berduit.

Begitu masuk gerbang, yang nampak hanya hamparan batu nisan tanpa nama. Di kompleks pemakanan terbesar di dunia itu hanya terdapat ribuan gundukan tanah kering. Dengan mayoritas hanya ada satu batu di bagian kepala, penanda bahwa ada jasad yang dimakamkan di dalamnya.

Meskipun di dalamnya bersemayam jasad keluarga dan sahabat Rasulullah SAW juga ribuan bahkan mungkin jutaan umat muslim yang meninggal di Madinah. Jangan harap menemukan taburan bunga di makam yang lebih luas dari Stadion Gelora Bung Karno tersebut.

Saat berjalan menuju pintu keluar makam Baqi, di kanan kiri ada beberapa makam yang batu nisannya lebih rapih dan cukup tua. Terdapat pula makam yang dikelilingi tembok pendek. Karena tidak ada penanda yang pasti, makam itu hanya diyakini sebagai makam para Sahabat.

Baqi’  dibuka untuk para peziarah sesaat setelah setelah Subuh hingga pukul 9 pagi, dan akan dibuka kembali setelah Ashar hingga menjelang datangnya Maghrib. Hanya jamaah laki – laki yang dapat berziarah masuk ke pemakaman baqi, sementara perempuan tidak di perbolehkan

Di luar pagar makam setinggi tiga meter, biasanya peziarah mendoakan keluarga, sahabat, atau seluruh muslim yang dimakamkan di pemakaman Baqi. Sebagaimana dalam sahih Muslim disebutkan, Aisyah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW keluar pada tengah malam untuk mendatangi makam Baqi’ Madinah, memohon ampunan dan kemaafan kepada mereka yang dikubur di situ.

Makam Keluarga dan Sahabat Rasulullah SAW

Dalam kitab Ensiklopedi Muhammad yang disusun Abdul Mun’im Al Hafni  Muslim pertama yang dimakamkan di Jannatul Baqi adalah Sahabat Anshar yang bernama As’asd bin Zararah. Beliau meninggal tak lama setelah Rasulullah  SAW hijrah ke Madinah. Rasulullah sendiri yang meletakkan batu di pusara.

 

Makam Baqi'-Madinah

 

Sementara kaum Muhajirin pertama yang dimakamkan di sini adalah Utsman bin Mazoun yang meninggal setelah Rasulullah SAW kembali dari perang Badar.

Beberapa keluarga dan kerabat Rasulullah  SAW dimakamkan di Baqi’, sebagian istri Nabi dimakamkan di Baqi kecuali Khadijah (di Makkah ) dan Maimunah (di Syarif, Makkah ).

Putri Rasulullah SAW, Fatimah az-Zahra, Ruqayyah,Zainab dan Ummi Kultsum dimakamkan di Baqi. Ibrahim, putra Rasulullah dari Mariatul Qibthiyah yang meninggal saat masih bayi.

Hasan bin Ali, cucu Rasulullah,  Ali bin Husain, anak dari Husain bin Ali dan sekaligus cicit Rasulullah. Paman Rasulullah Abbas bin Abdul Muththalib, serta para bibi Rasulullah Safiyyah, Aatikah

Utsman bin Affan, Khalifah ketiga dan menantu Nabi. Halimatus Sa’diyah, ibu susu Nabi. Sa’ad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud, Abu Sa’id Khudri, dan Imam Malik.

Walaupun disebutkan makam keluarga dan shaabat Nabi banyak yang di makamkan di Baqi’, namun kita tidak mengetahui dengan pasti lokasi makam- makam tersebut.

Bagi seorang muslim baik itu peziarah jamaah haji dan umroh, meninggal di Tanah Suci adalah Anugrah dan kehormatan. Apalagi dapat ‘bersanding”  bersama sahabat dan keluarga terdekat Rasulullah.

Untuk mengatasi kekurangan lahan pemakaman di kota Arab Saudi, termasuk di Madinah, Pemerintah kerajaan setempat mempunyai kebijakan. Jenazah yang telah dimakamkan selama tiga tahun wajib digali kembali.

Untuk selanjutnya tulang jenazah yang tersisa diambil dan disatukan dengan tulang jenazah lainnya (milik orang lain). Lubang kubur yang telah digali akan dibiarkan tetap terbuka, dan akan diisi oleh jenazah yang baru.

Itu artinya, setelah bertahun – tahun, satu liang di Makam Baqi’ bisa dihuni puluhan jenazah. Kebijakan ini dijalankan tanpa pandang bulu