Rasulullah Mendirikan Sholat Ied

Masjid Al Ghamamah ialah salah satu tempat bersejarah dimana Rasulullah SAW pertama kali mendirikan Sholat Ied. Setiap tahun umat muslim dari penjuru dunia memperingati Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Beragam tradisi pun dirayakan oleh umat muslim, seperti mudik, bersilaturahmi, berbagai hidangan,  memotong hewan kurban. Hingga yang jauh dari unsur syar’i sekalipun, seperti menyulut petasan.

 

Masjid Al Ghamama Madinah - Umroh

 

Namun tahukah Anda, jauh sebelum perayaan perayaan tersebut terselip sebuah kisah sejarah sebuah masjid yang lokasinya dahulu dipergunakan sebagai tempat sholat Id Rasulullah di hari idul fitri dan idul adha?

Masjid Al Ghamamah (Arab: مسجد الغمامة‎)  adalah sebuah masjid bersejarah yang terletak di kota Madinah Al Munawwarah.

Di tapak masjid ini berdiri diyakini sebagai tempat Rasulullah Muhammad SAW menunaikan salat Ied untuk pertama kali.

Dalam areal ini terdapat masjid Ali bin Abi Thalib, masjid Abu Bakar, masjid Umar, dan pasar Kurma Tradisional. Ke semua masjid itu menunjukkan bahwa masjid- masjid itu pernah digunakan sebagai tempat shalat Ied dan shalat Istisqa’, sehingga disebut dengan al- Mushalla

Peristiwa ini sendiri terjadi pada tahun 631 Masehi. Masjid ini adalah salah satu masjid peninggalan bersejarah di kota Madinah. Masjid ini disebut dengan Ghamamah yang secara bahasa berarti awan.

Diriwayatkan ada sebuah gumpalan awan yang menghalangi sengatan  sinar matahari saat Rasulullah  sedang sholat di lokasi ini.

Masjid Al Ghamamah disebut juga sebagai Masjid Ied (Masjid hari raya). Sebab lokasi masjid ini berdiri adalah tempat Rasulullah SAW menunaikan ibadah sholat hari raya, di empat tahun terahir kehidupan Beliau.

Kata al-ghamama – yang dengan kata lain “Awan yang menaungi” (Melindungi).

Akibat perluasan Masjid Nabawi, kini letak masjid ini hampir bersebelahan dengan masjid Nabawi, Masjid Al Ghamamah terletak hanya sejauh 350 meter sebelah barat daya Masjid Nabawi.

 

Awan dan Do’a Rasulullah SAW

Jika Jamaah haji dan umroh saat dari arah Babussalam, andai menengok sedikit  ke arah barat bakal terlihat masjid yang memiliki 11 kubah berwarna putih.

Dari riwayat lain disampaikan “pada suatu saat Nabi Rasulullah SAW berkhutbah Idul Fitri, para jamaah mulai resah dan gelisah.

Pasalnya khutbah beliau terlampau panjang atau lama sehingga semua jamaah kepanasan oleh sebab panasnya terik matahari.

Lalu datang lah mendung atau awan tebal yang menutupi matahari sampai setelah acara khutbah Beliau selesai”. Untuk mengenang peristiwa ini di bangunlah suatu masjid yang di beri nama Masjid Ghamamah yang berarti awan atau mendung.

Kisah lain mengenai menyebutkan bahwa Awalnya, tempat dimana masjid Ghamamah berdiri adalah alun-alun yang sedang di pusat Kota Madinah. Dahulu ketika musim paceklik melanda Madinah, warga kota meminta Rasulullah untuk berdoa meminta kepada Allah SWT menurunkan hujan.

Ya, Madinah memang sangat terkenal sebagai daerah yang memiliki banyak Perkebunan Kurma. Sedikit banyak membutuhkan pengairan dari hujan.

 

Tempat dilaksanakan nya Shalat Istisqa’

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa dinamakan Ghamamah karena pada suatu saat Rasulullah SAW dimintai oleh penduduk sekitar Madinah yang sedang mengalami kekeringan, agar Allah memberikan hujan kepada mereka.

Lalu Rasulullah SAW mengajak ke tempat ke tempat itu untuk melakukan hujan kepada mereka. Sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah Radhiallahu’anha disebutkan:

 

Masjid Ghamama Istisqa'- Biro Umroh Semarang

 

Rasulullah SAW mengajak ke tempat  itu untuk melakukan shalat Istisqa’ dan berdoa, sehingga turun hujan. Dalam hadist yang diriwayatkan ole Abdullah bin Zaid (salah seorang sahabat Nabi SAW) mengatakan bahwa

Rasulullah mengajak masyarakat pergi ke al- Mushalla (tanah lapang tempat shalat) untuk melakukan shalat istisaqa’. Lalu, beliau berdoa kepada Allah sambil berdiri dan meminta hujan.

Kemudian Beliau mengadap kiblat dan memalingkan punggungnya kepada orang banyak. Beliau membalikkan selendangnya (menjadikan yang kanan di atas yang kiri), dan shalat mengimami kami dua rakaat dengan mengeraskan bacaannya dalam kedua rakaat itu. Lalu mereka dituruni hujan (Shahih Bukhari 1024).

Dalam riwayat Bukhari No 973 disebutkan pula Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Yahya dan Ibnu Abi ‘Adi dari Sa’id dari Qatadah dari Anas bin Malik berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mengangkat tangannya saat berdoa kecuali ketika berdoa dalam shalat istisqa’. Beliau mengangkat tangannya hingga terlihat putih kedua ketiaknya.”

 

Pembangunan dan Renovasi

Masjid Al-Ghamamah yang kini berdiri merupakan bangunan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz di Madinah. Kemudian di renovasi oleh  Hasan bin Muhammad Qalawun Ash-Shalihi yakni pada tahun 761 Hijriyah.

Pada masa Sultan Inal (tahun 861 H) masjid ini di renovasi. Berturut – turut setelah itu, Sultan Abdul Majid I mengerjakan renovasi secara sempurna sampai masa kini, di samping perbaikan-perbaikan yang di kerjakan oleh Sultan Abdul Hamid dan Pemerintahan Arab Saudi.

Masjid Al Ghamama ini berbentuk persegi panjang, terdiri dari dua pintu masuk dan aula shalat. Jalan masuk nya berbentuk persegi panjang dengan panjang 26 meter dan lebar 4 meter. Di beri atap dengan lima kubah bola. Memiliki lengkungan dan runcing.

Pada bagian luar, Masjid Al-Ghamamah di hiasi dengan lapisan batu basal hitam. Sementara pada bagian  atas nya ada kubah tengah yang terpasang di atas jalan masuk masjid bagian luar.

Kubah-kubah ini lebih rendah dari enam kubah yang menyusun atap aula shalat. Jalan masuk tersingkap di bagian arah utara di jalan raya melewati lengkungan runcing.

Sementara aula shalat mempunyai panjang 30 meter dan lebar 15 meter aula ini dipecah menjadi dua serambi dan di atapi dengan enam kubah dalam dua deretan yang sejajar.

Yang sangat besar ialah kubah mihrab.  Di bagian luar, Masjid Al-Ghamamah dihiasi dengan lapisan batu basal hitam. Sementara itu, bagian atas kubahnya dipoles dengan warna putih.

 

Masjid Al Ghamamah Madinah - Paket Umroh

 

Pada bagian dalam, dinding dan cekungan kubah dan di poles dengan warna putih. Tiang-tiang pengampu masjid di poles dengan warna hitam sehingga mempesona dengan pemandangan yang sangat estetis pada masjid, gabungan dua warna yang berpadu serasi.

 

Perluasan Masjid Nabawi

Sayang nya, menurut berita yang sekarang beredar di banyak  media Saudi, dalam tahun ini pemerintah Saudi Arabia akan mengawali pembangunan ekspansi Masjid Nabawi.

Dikhawatirkan  ekspansi ini dengan menggusur bangunan bangunan yang terdapat di areal ini. Masjid Ghamama, Masjid Umar dan Masjid Ali masuk dalam masjid yang akan diruntuhkan.

Masjid ini sampai kini masih di pakai untuk shalat lima waktu untuk orang-orang di sekitar.

Namun masjid ini tidak lagi di pakai tempat shalat Idul Fitri, Idul Adha, dan sholat Istisqa. Bahkan masjid ini juga tidak dipakai untuk  sholat Jum’at, karena letaknya yang dekat dengan Masjid Nabawi.

Masjid Al Ghamamah merupakan salah satu objek kunjungan dalam ziarah dan city tour seputar kota Madinah, yang di selenggarakan oleh Buana Travel, Biro Umroh di Semarang