Bukan Masjid “Tiban”

Masjid Jin adalah salah satu masjid penyimpan sejarah yang terletak di Kota Suci Makkah Al Mukarramah. Dilihat dari peta Masjid Ini terletak sekitar 1 kilometer atau 13 menit berjalan kaki di sebelah utara Masjidil Haram.

Meskipun dinamakan Masjid Jin, namun secara kasat mata hanya manusia yang menunaikan shalat di masjid tersebut.

Masjid Jin Mekkah - Umroh Haji

 

Terletak di Kampung Ma’la, berdekatan dengan kompleks pemakaman muslim Ma’la. Bangunan ini memiliki ukuran yang tidak terlalu luas. Ukuran ruang sholat utaman nya hanya 20 meter persegi. Warna abu – abu menghiasi sebagian besar bangunan masjid berlantai dua ini.

Di bagian interior guratan kaligrafi mengutip ayat suci Alquran Surat Al Jin ayat 1 sampai 9. Pada saat waktu – waktu sholat, masjid ini banyak dipakai oleh masyarakat sekitar.

Banyak juga jamaah haji dan Umroh asal Indonesia yang melaksanakan sholat di masjid ini. Utamanya mereka yang memiliki jarak hotel atau maktab dekat sini, atau mereka yang sedang berbelanja di pasar Ja’fariyah.

Masjid ini memang terletak di dekat pasar Ja’fariyah, tempat jamaah haji dan umroh memborong oleh – oleh dari kota Suci Makkah. Saat adzan berkumandang, toko – toko di pasar ini dipastikan akan tutup sejenak.

Dan para pedagang serta pembeli banyak yang menunaikan sholat di masjid ini. Jarak untuk berjalan kaki yang lumayan jauh dari Masjidil Haram, membuat jamaah yang kebetulan sedang berbelanja menunaikan sholat di Masjid Jin Makkah

Masjid ini erat kaitan nya dengan Bangsa Jin. Meskipun dinamakan Masjid Jin (sebagian menyebut Masjid Al Bai’ah), namun masjid ini jauh dari kesan menyeramkan layaknya tempat makhluk astral di acara televisi Tanah Air.

Masjid yang menyimpan sejarah Bangsa Jin ini jauh dari kesan angker. Tidak ada taburan bunga maupun bau semerbak kemenyan. Juga tidak ada bacaan – bacaan mantra klenik di setiap waktu sholat.

Bangunan ini juga 100 % dibangun oleh Manusia dengan arsitektur yang cantik. Lantas, mengapa Masjid ini dinamakan Masjid Al Jin atau Al-Bai’ah?

Kami, Biro Umroh Semarang mencoba mengulas dari berbagai referensi dan riwayat sejarah.

 

Terhalangnya Berita Langit

Peristiwa sejarah yang berkaitan erat dengan Masjid Jin ini terjadi pada tahun kesepuluh keNabian Rasulullah SAW. Saat peristiwa fenomenal itu terjadi, di markah tanah  tersebut belum berbentuk masjid cantik seperti sekarang.

Peristiwa yang di maksud adalah segerombolan Jin yang memeluk agama Islam di masjid tersebut,  setelah mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan Rasulullah SAW.

Riwayat Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi, menyebutkan bahwa bertemunya Rasulullah SAW yang di damping para Sahabat dan serombongan jin itu terjadi tatkala Rasulullah SAW dalam perjalanan menuju pasar Ukaz Makkah.

Rasulullah SAW beserta para Sahabat menuju daerah Tihamah, disinilah Mereka berhenti untuk melaksanakan Shalat Fajar. Rupanya shalat Fajar yang didirikan oleh Rasulullah SAW dan para Sahabat membuat berita – berita langit yang biasa dicuri oleh para Jjin kafir (syaitan) menjadi terhalang.

Bahkan, syaitan yang sedang mencoba mencuri dengar berita mendapat lemparan (kejaran) bintang- bintang. Iblis berkata “ Telah terjadi suatu peristiwa di Bumi”. Lalu para Jin berkumpul kepadanya seraya berkata “Berangkatlah ke Bumi dan beritahukan tentang apa yang menyebabkan kejadian di langit itu”

Gerombolan pertama yang diutus adalah Jin penduduk Nashibain. Mereka adalah pemuka – pemuka Jin, atau jika di alam manusia mereka disetarakan dengan ulama, dai, atau orang yang di tuakan. Dikisahkan ada sembilan jin, ada pula yang meriwayatkan hanya tujuh jin.

Iblis mengirim mereka menuju daerah Tihamah, suatu daerah di garis pantai Laut Merah, Arab Saudi. Di tengah – tengah perjalanan, di kawasan Nakhlah langkah mereka terhenti.

Nakhlah, Suatu tempat diantara Makkah dan Thaif, gerombolan Jin mendengar sesuatu (lantunan ayat) yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Mereka pun mendekat kearah sumber suara.

Kemudian mereka menemukan Rasulullah SAW sedang sholat Fajar (sholat Subuh) di kampung Nakhlah. Dalam Hadist Riwayat Al Baihaqi, Ibnu Katsir dan Ibnu Hisyam, Ketika para jin mendengar Rasulullah membacakan Al Qur’an mereka berkata “Dengarkanlah

 

Maka Nikmat Mana yang Kau Dustakan ?

Gerombolan jin tersebut pun mendengar dengan seksama bacaan Rasulullah SAW yang kala itu sedang menjadi imam sholat subuh. Mereka pun berkata, “Demi Allah, pasti inilah yang menyebabkan kita terhalang dari berita langit.”

Menurut Abdullah ibnu Umar, Rasulullah SAW saat itu membaca ayat Al-qur’an surah Ar-Rahman. Beberapa ayat nya ada yang sama terutama ayat ke 13 yang berbunyi

 

QS Ar Rahman 13- Masjid Jin

 

Para jin merespon ayat tersebut, setiap Rasulullah membacakan  ayat ini, mereka berkata, “Tidak, tidak ada satu pun dari nikmat-nikmatMu, wahai Tuhan kami, yang kami dustakan. Segala puji bagiMu.”

Lalu, para Jin itu pun menyatakan ke Islamannya dan berbaiat kepada Rasulullah. Sejumlah riwayat mengungkapkan, bahwa para Jin yang berbaiat kepada Rasulullah berjumlah sembilan. Namun, ada juga yang menyebutkan tujuh Jin.

Peristiwa itu diabadikan dalam Alquran, Surat Al-Ahqaf, ayat 29 hingga 32:

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan Jin kepadamu yang mendengarkan Alquran. Maka tatkala  mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu untuk mendengarkannya. Ketika pembacaan selesai, mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan,” (29).

“Mereka berkata: Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus,” (30).

“Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih,” (31).

“Dan orang-orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata,” (32).

Mereka pun kin resmi menjadi Muslimin dan berbaiat kepada Rasulullah. Masuk Islamnya para jin ini terjadi di sebuah masjid di Ma’lala, yang di kemudian hari, masjid tersebut di kenal dengan Masjid Jin  Makkah atau Masjid Al-Baiah.

 

Syiar di Kalangan Jin

Setelah memeluk Islam, pulanglah para jin ke kampung tempat asal mereka, mereka pun meneruskan dakwah yang di dapatkan dari Rasulullah SAW. Mereka pun berkata  “Wahai kaumku, sungguh kami telah mendengar bacaan yang menakjubkan.”

Bacaan itu menuntun ke jalan yang lurus dan di sanalah kami beriman dan kami tidak akan pernah mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” ujarnya di hadapan para jin.

Maka gemparlah dunia jin. Dakwah Islam pun mulai tersebar di dunia jin. Sebagian jin kemudian turut memeluk Islam, sementara sebagian lain, seperti halnya manusia, menolak dakwah Islam.

Satu pelajaran yang harus dipetik dari kisah Masjid Jin Makkah adalah seperti  manusia, jin pun merupakan makhluk ciptaan Allah yang dicpitakan untuk Beribadah kepada Allah SWT.

Perintah ini secara gamblang dapat di jumpai pada surat Adz Dzariyat ayat 56

 

QS Adz Dzariyat 56- Masjid Jin Makkah

 

Alquran pun diturunkan untuk seluruh alam, Rasulullah pun diutus untuk umat, termasuk manusia dan jin. Dan kisah mengenai masuk Islamnya golongan Jin tersebut termaktub dalam surah ke-72 Al Qur’an, yakni surah al-Jin

Dari kisah sejarah yang tersimpan tersebut, Masjid Jin Makkah saat ini menjadi salah satu lokasi yang kerap didatangi para jamaah haji dan umroh di tanah suci Makkah. Bangunan ini salah satu markah sejarah yang masih tersisa di kota suci Makkah.