Lokasi Terdekat

Masjid Tan’im yang terletak di wilayah Tan’im merupakan salah satu daerah miqat jamaah umroh di samping ji’ranah dan Hudaibiyah. Masjid Tan’im digunakan untuk warga Makkah dan orang yang telah tinggal di Makkah (mukimin).

Bisa mukimin yang bersifat sementara ataupun menetap dalam kurun waktu lama. Termasuk mereka, jamaah haji maupun umroh dari Indonesia yang telah menetap sementara di Kota Suci Makkah. Tan’im boleh dikatakan miqat umroh dengan biaya termurah jika akan melaksanakan ibadah umroh.

 

Masjid Tan'im miqat Umroh

 

Dilihat dari peta jarak tempuh antara daerah miqat ini menuju Masjidil Haram sekitar 6 km. Biasa diakses dengan 20 menit perjalanan. Akses nya pun mudah di jangkau, baik dengan taxi, mobil pribadi maupun bus SAPTCO. Inilah sebabnya masjid tan’im dikatakan sebagai miqat umroh termurah bagi penduduk (mukimin) kota Makkah.

Untuk menggunakan bus SAPTCO biaya nya 2 riyal, atau berkisar Rp. 8000, dan jika menggunakan angkutan umum biaya nya 5 riyal untuk sekali jalan. Dekat nya jarak, mudahnya akses dan murah nya biaya yang harus dikeluarkan membuat Masjid Tan’im menjadi favorit jamaah yang akan melaksanakan ibadah umroh.

Daerah yang bersebelahan dengan Miqat Umroh Tan’im merupakan gunung (jabal) yang berlokasi di sisi sebelah selatan yang dinamakan sebagai gunung Na’im. Gunung yang berlokasi di sudut utara disebut dengan gunung  (jabal) Mun’im, dan wadi  atau jurang yang dinamakan wadi Nu’man atau wadi Tan’im.

 

Sejarah Miqat Aisyah

Tan’im merupakan perbatasan antara tanah haram dan tanah halal yang lokasinya di sisi sebelah utara kota Makkah Al Mukarramah. Jamaah umroh yang datang  dari arah madinah akan disuguhi pemandangan Masjid Tan’im sebelum memasuki kota suci Makkah.

Di daerah Tan’im didirikan sebuah  Masjid di tepi jalan, yang oleh masyarakat setempat diketahui disebut juga dengan nama Masjid Aisyah.

Masjid Aisyah atau Masjid Tan’im  menandai tempat di mana Ummul-Mu’mineen, Aisyah pergi untuk berniat Ihram untuk Umroh.

Dalam suatu hadist riwayat dikemukakan bahwa dikala sedang berhalangan (siklus datang bulan), Aisyah diperkenankan melaksakan segala rangkain ibadah haji (manasik), terkecuali mengerjakan thawaf (ifadhah).

Jabir mengatakan, “Demikian Itu merasa sudah suci, Aisyah mengatakannya kepada Rasulullah SAW. Dikala Ia bercita-cita melaksanakan ibadah  thawaf.” Aisyah Berkata, “Anda seluruh nya (para jamaah yang bersama dengan Rasulullah) telah mengerjakan ibadah umroh dan haji, meski saya baru melakukan hajinya saja.”

Berikutnya Rasulullah SAW pada hadist riwayat lainya seperti yang dikutip oleh Imam Khomaini, Tahrir al-Wasilah jilid.1, hlm.411 memberikan instruksi untuk Abdurahman bin Abu bakar RA untuk membawa adiknya Siti ‘Aisyah, yang juga adalah istri Rasulullah SAW.

Abdurahman bin Abu Bakar diperintahkan untuk membawa Aisyah  ke suatu kawasan di luar dari batas tanah haram yang terdekat. Kemudian Ia membawanya ke wilayah Tan’im untuk mulai berihram (miqat) umroh mufradah di sana.

Momen ini terjadi sewaktu Aisyah akan menunaikan umroh sesudah usainya haji wada’ bersama Rasulullah SAW. Peristiwa ini tercatat masih didalam bulan Dzulhijah tahun  9 Hijriyah .

Atas  adanya hal yang demikian di distrik yang sekarang berada di kawasan tan’im didirikan Masjid yang mempunyai nama Masjid Tan’im atau diketahui juga dengan Masjid Siti ‘Aisyah RA.

Tan’im adalah “adnal hil”  atau tempat terdekat pada tapal batas tanah haram. Namun letaknya berada di luar kawasan haram.  Di samping Masjid Aisyah  terpasang tanda-tanda tapal batas tanah haram.

Nyaris 24 jam Masjid Tan’im tidak pernah sepi jamaah, rombongan jamaah umroh dari berbagai negara datang silih berganti di masjid ini. Termasuk jamaah umroh dari Indonesia

 

Masjid Tan'im Miqat Umroh Murah- Makkah

 

 

Renovasi dan Perluasan Total

Pada masa pemerintahan Saudi Arabia dibawah kekuasaan Raja Fadh bin Abdul Aziz (1982 – 2005), Masjid Aisyah atau Masjid Tan’im ini direnovasi secara besar – besaran. Tak kurang dari 100 juta riyal digelontorkan  untuk melengkapi infrastruktur masjid ini.

Luas zona Masjid Tan’im yang digunakan untuk miqat umroh untuk mukimin kota Makkah sekarang  ini lebih dari 6000 M2.  Dengan luas daerah keseluruhan, termasuk lokasi parker dan prasarana lain mencapain 84.000 m2.

Semasa renovasi, Masjid Tan’im ini juga dilengkapi dengan sekian banyak fasilitas untuk mensupport jamaah yang akan melaksanakan miqat umroh. Antara lain halaman parkir yang dapat menampung ratusan kendaraan beroda empat, daerah wudhu’ dan kamar kamar mandi pria dan wanita.

Semua nya dilakukan dengan tujuan mempermudah jamaah umroh dari segala penjuru dunia yang akan melakukan miqat umroh.

Tidak cuma di komponen luar nya saja, untuk interior di dalam Masjid Tan’im juga dilengkapi dengan fasilitas yang cukup bagus. Sebut saja  pendingin udara (AC). Puluhan kipas angin dan berbagai cetakan mushaf al-Qur’an yang sudah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

Untuk mempercantik interior lantai dilengkapi dengan karpet yang betul – betul cantik dengan mutu dan kwalitas nomor wahid. Di samping itu, di dalam Masjid Siti Aisyah ini juga terdapat jadwal pengajian tersusun rapi yang diisi oleh ulama – ulama dalam negeri.

Malahan tidak jarang isi pengajian yang diselenggarakan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, agar memudahkan jamaah umroh asal Indonesia memahaminya.

 

Pilihan Utama para Jamaah Umroh

Masjid ini dibuka 24 jam, bahkan lebih banyak rombongan jamaah umroh mukimin dari luar atau dalam saudi yang  datang setelah malam tiba. Mereka lebih senang jika melaksanakan ibadah umroh di tengah malam.

Selain untuk mensiasati suhu panas kota Makkah, umroh di malam hari dirasakan lebih khusyu’.

Jamaah umroh yang berharap ingin mengambil  miqat Dari Masjid Tan’im ini bahkan sering menggunakan transportasi umum semaca bis SAPTCO. Ataupun mereka bisa menyewa angkutan umum (coaster)  yang mampu mengangkut hingga 15 jamaah.

Tak Cuma mengantarkan ke masjid Tan’im namun biasa nya mereka menunggu dan menghantarkan para jamaah kembali  ke Masjidil Haram. Meeting point untuk bus SAPTCO dan angkutan umum menuju Masjid Ta’im berada di dekat hotel Dar Al Tawhid (klik peta Meeting point )

Malahan miqat dari masjid ini sudah banyak yang dikoordinir oleh Biro Travel Umroh Murah ke dalam suatu paket. Tan’im menjadi salah satu daerah  unggulan miqat makani jamaah Biro Umroh Semarang salah satu sejumlah miqat yang ada.

Sebab jaraknya yang dekat dan kemudahan akses transportasi  nya dari dan menuju Masjidil Haram. Namun pro – kontra mengenai miqat dari Masjid Aisyah tetaplah ada

 

Miqat Tan'im-makkah

 

 

Pandangan beberapa Mazhab

 

Dalam sebuah pandangan Mazhab Imam Syafi’i lebih mendahulukan miqat Ji’ronah, sebagai miqat umroh bagi mukimin di kota Makkah Al Mukarramah yang paling utama.  al-Idoh Fi Manasiki al-Hajj”.

Diceritakan dalam kutipan harian Republika  “Lebih utama guna orang yang berada di tanah Halal, miqatnya dari Ji’ranah, sebab Rasulullah mengambil miqat umroh dari Ji’ranah.

Disusul Kemudian dengan Masjid Tan’im ini, sebab hakekatnya Rasulullah memerintahkan Aisyah RA agar memulai umroh darinya.

Dan yang terakhir yakni Hudaibiyah, sebab hakekatnya Rasulullah tatkala akan menjelang kota Makkah dari Madinah Al Munawarrah untuk berumroh, beliau mengawali dari Hudaibiyah.

Syeh al-Fasi juga berpedapat bahwa Ji’ranah yakni daerah miqat umroh yang dilafalkan paling ideal untuk warga Makkah, menginggat Rasulullah pernah berihram dari daerah ini. Anggapan ini malahan senada dengan anggapan Imam Malik, Imam Syafi’i serta Ibnu Hambal

Menurut ulama Mazhab Maliki, calon jamaah  yang akan melaksanakan ibadah haji atau umroh boleh menggunakan miqat Ji ‘ranah atau Tanim. Sehingga secara fadhilah, berarti miqat di Tanim  tidak berbeda dengan tempat-tempat miqat lainnya.