Mengenal Tahallul

Makna Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan, pelaksanaan nya dilakukan dengan memotong rambut minimal 3 helai. Tahallul tentu saja tidak sekedar memotong rambut,namun ada makna mendalam dari pelaksanaan ibadah ini

 

Makna Tahallul

Ketika seseorang melaksanakan ibadah haji dan umroh ada beberapa hal yang hal semula halal kemudian menjadi haram untuk dilakukan. Semua hal itu dilarang dan diharamkan dimaksudkan supaya jemaah bisa menahan hawa nafsu dan menjaga tubuh.

Hati yang selalu ikhlas dan tawakal dalam menjalankan ibadah haji dan umroh. Ketika semua prosesi dalam rangkaian ibadah haji dan umroh sudah selesai, diwajibkan untuk melakukan tahallul.

Sebelum melakukan tahallul melalui tulisan ini kita kenali makna Tahallul itu sendiri. Tentunya agar tahallul tak sekedar potong rambut.

 

Tahallul tak sekedar potong rambut

Tahallul secara harfiah artinya dihalalkan. Tahalull adalah ibadah penutup dari serangkaian Ibadan haji dan umroh. Makna Tahallul dapat dikatakan dimana diperbolehkannya kembali jamaah haji dan umroh melakukan apa saja yang sebelumnya menjadi larangan – larangan  ihram

Tahallul memiliki makna juga sebagai penghalalan, atau sebuah proses akhir sesudah seseorang berihram, yang mengharamkan segala urusan yang mendahulukan  keduniawian. Sebelum kemudian  melaksanakan prosesi dalam ibadah umroh maupun haji.

Secara umum orang memotong rambutnya hanya menghilangkan beberapa bagian dari tubuhnya. Sebagai cara pelepasan diri  dari hal yang sifatnya di haramkan dalam ihram Rasulullah telah memilih aktivitas ini sebagai pelaksanaan ritual.

Setelah semua pelaksaan haji selesai, Maka diharapkan  seseorang sudah memiliki pencerahaan dalam kesadaran ukhuwah dan melakukan amal perbuatan yang baik. Dan kembali menjadi manusia yang  fitrah.

Rambut merupakan mahkota bagi wanita. Pada saat pelaksanaan akhir haji, rambut ini harus di potong untuk mencari ridha Allah SWT. Maka perlu keikhlasan mendalam untuk melakukan hal itu.

Manakala seluruh rangkaian rukun dan wajib ibadah haji dan umroh sudah dirampungkan, maka Tahallul merupakan  proses akhir dari rangkaian ibadah haji dan Umroh. Bebebrapa ahli bahasa dan ulama mnyatakan bahwa tahallul memiliki makna sebagai “penghalalan kembali”

 

potong rambut haji

 

Macam – macam Tahallul

Tahallul Umroh adalah tahallul yang erat kaitannya dengan pelaksanaan umroh. Jemaah yang telah menyelesaikan prosesi ibadah umroh, mengakhirinya dengan memotong rambut. Maka sudah dihalalkan dan tidak berlaku seluruh larangan yang sebelumnya dilarang saat prosesi ibadah umroh.

Tahallul Haji adalah tahallul yang erat kaitannya dengan pelaksanaan haji. Dan memiliki dua tingkatan tahallul haji. Pertama, tahallul awal, yaitu tahallul haji awal dimana tidak berlaku lagi larangan haji dan umroh, akan tetapi senggama, bercumbu, menikah, dan menikahkan merupakan larangan yang masih berlaku.

Kedua, Tahallul Tsani, yaitu tahallul haji akhir yang artinya seluruh larangan haji sudah tidak berlaku lagi dengan terpenuhinya tahallul haji tahap kedua. Perbuatan – perbuatan yang semula halal, akan  diharamkan pada saat melaksanakan ibadah haji, maka setelah selesain Tahallul Tsani menjadi halal kembali.

Tahallul dilakukan setelah jamaah haji dan umroh menjalankan sa’i maka, yakni dengan memotong rambut. Bagi laki – lali lebih diutamakan untuk mencukur gundul rambut kepalanya. Akan tetapi boleh hanya memotong sedikit rambut kepalanya ( 3 helai rambut pada bagian mana saja).

Sedangkan bagi perempuan adalah dengan cara mengumpulkan rambut dari seluruh bagian kepala, lalu memotongnya sepanjang satu ruas jari. Mencukur rambut ini termasuk rukun haji maupun umroh.

Sehingga, ibadah haji dan umroh tidak sah jika tidak melakukannya. Akan tetapi, ada juga ulama yang mengatakan bahwa mencukur rambut hanya wajib haji dan umroh.

Secara Umum Makna Tahallul ini mempunyai  bentuk-bentuk pelaksanaan yang beragam, Bentuk Tahallul dengan memotong  rambut tersebut  pun masih terbagi dua.

 

Tahallul Halq dan dan Taqshir

Pertama, berupa Tahallul halq (mencukur gundul). Dan bentuk yang Kedua, yakni Tahallul taqshir yakni cukup memangkas. Dari kedua jenis tahallul rambut ini sama – sama diperkenankan.

Saat Rasulullah Saw selesai menunaikan Ibadah Haji Wada’ dan Beliau telah usai melontar jUmroh aqabah pada 10 Dzulhijjah, kemudian  Rasulullah  memanggil tukang cukur untuk memangkas gundul (Halq) rambut Beliau.

Langkah Rasulullah inipun diikuti pasa Sahabat dengan memotong  gundul seluruh rambut di kepala mereka . Namun, ada pula sejumlah  sahabat yang cuma memangkas (taqshir) rambutnya.

Yang demikian itupun Rasulullah SAW tidak melarangnya. Namun dalam sebuah riwayat  Ibnu Umar RA Sesungguhnya  Rasulullah SAW melaksanakan Tahallul dengan bercukur gundul seraya berdoa, “Ya Allah rahmati orang yang memotong gundul kepalanya…!”

Tak Cuma sekali, Beliau mengulanginya do’a ini hingga tiga tiga kali. Sahabat lain pun bertanya, “Ya Rasul, bagaimana dengan orang yang Cuma  memangkas (tidak menggundul) rambutnya saja?” Maka Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah Rahmati orang yang memangkas rambutnya.” ( Hadits Riwayat Muttafaq Alaihi).

Dari uraian apa yang dituangkan dalam  hadist di atas, maka tergambar bahwa tahallul dengan menggundul seluruh Rambut akan lebih utama. Sebab, mereka yang menggundul rambut mendapatkan tiga kali doa Rasulullah SAW.

Sementara yang memangkas atau memendekkan hanya akan mendapatkan satu keberkahan do’a Rasululah SAW. Mengenai Tahallul Allah SWT pun berfirman melalui surat Al Fath (48) ayat 27 yang artinya :

 

 

QS Al Fath 27 Tahallul

 

Tahallul Untuk Wanita Jamaah  Haji dan Umroh

Namun Dari hadist tersebut diatas,  hanya berlaku untuk jamaah haji dan umroh pria saja, bukan wanita. Untuk  wanita Cuma  diperkenankan dengan memotong  rambut mereka seukuran ruas jari saja.

Rasulullah sebagaimana Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA dan Abu Daud mengenai Tahallull untuk wanita, Rasulullah  bersabda:

(ليس على النساء حلق , إنما على النساء التقصير (رواه أبو داود

“Tidak ada bagi wanita gundul rambutnya, sesungguhnya bagi para wanita cukur rambut saja.” (HR. Abu Daud)

 

Dari Ali radhiallahu anhu berkata:

 

(نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم أن تحلق المرأة رأسها  (رواه الترمذي

“Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam melarang wanita menggundul kepalanya.” (HR. Tirmizi)

 

Tahallul bagi Jamaah Haji Tamattu’

Lalu, bagaimana bila seseorang mengerjakan  haji tamattu’, ketika  Umroh dilaksanakan  sebelum haji? Apakah saat  ia bertahallul dari Umrohnya me sti dipotong  gundul juga?

Pada situasi  ini bila   waktu haji berdampingan  dengan masa Umroh, dipersilakan guna  bertahallul dengan taqshir (cukur pendek).

Namun, bila   masa dua-duanya  berjauhan, sehingga diperkirakan memberi waktu untuk tumbuhnya rambut dengan cukup, ia diizinkan  halq ketika  bertahallul Umroh.

Sebab tahallul dengan memotong  ini ialah  wajib adanya, sehingga bagi yang berihram bila   meninggalkan tahallul bakal  dikenakan dam atau denda.

Setelah ia bertahallul, maka jamaah haji dan umroh ini  diperkenankan kembali mengenakan pakaiannya keseharian biasa atau bukan berpakaian ihram lagi. Demikian, pendapat semua  ulama dalam urusan  ini. Wallahu a’lam.

Yang perlu diingat, Jika Anda melakukan Umroh atau Haji Tamattu, jangan lupa untuk Tahallul sebelum kembali ke hotel. Banyak yang lupa untuk melakukannya, meskipun Anda telah selesai Sa’i.   Jika belum Tahallul lalu berganti pakaian berjahit, maka dapat dikenakan dam, karena masih dalam keadaan Ihrram.

 

Yang Perlu Diperhatikan Ketika Tahallul

  1. Dalam tahallul rambut yang dipotong atau dicukur adalah rambut dibagian kepala, bukan rambut dibagian lain (kumis, jenggot, dll).
  2. Bagi laki – laki ketika tahallul lebih utama jika menggundul rambutnya.
  3. Seseorang yang akan memotongkan rambut orang lain, orang tersebut harus sudah memotong rambutnya terlebih dahulu.
  4. Apabila seseorang botak, potong rambut tetap dijalankan meskipun hanya isyarat, dengan cara menjalankan gunting diatas kepalanya.
  5. Untuk ibadah umroh, dengan memotong rambut seluruh rangkaian ibadah umroh sudah selesai. Semua yang dilarang sudah kembali diperbolehkan ketika tahallul selesai.
  6. Untuk ibadah haji, dengan potong rambut belum tentu menyelesaikan tahallul. karena mungkin baru tahallul awal dan masih ada tahallul tsani. Apabila tahallul awal sudah terlaksana baru melakukan tahallul akhir. Dengan demikian seluruh larangan yang halal menjadi haram akan menjadi hallal kembali meskipun rangkaian ibadah haji belum selesai.

 

Tukang Cukur

Bagi para jamaah umroh  yang membutuhkan jasa tukang cukur, disekitar Masjidil Haram banyak terdapat barber shop atau kios cukur. Mendapatkan potongan rambut di dalam Makkah atau Mina bisa sangat murah atau bias jadi sangat mahal. Ada dua jenis tukang cukur; mereka yang berlisensi dan yang tidak.

Tukang cukur tanpa izin, yang beroperasi di pinggir jalan, biasanya mengenakan biaya antara 5 dan 10 riyal. Meskipun murah, banyak yang menyarankan untuk tidak menggunakan alat cukur karena risiko kesehatan yang terkait dengan praktik mereka.

Mereka sering menggunakan pisau yang tidak steril pada lebih dari satu orang, yang dapat menyebarkan penyakit dan infeksi seperti hepatitis dan HIV. Beberapa tukang cukur tanpa izin ini juga kurang perawatan, yang dapat menyebabkan luka dan pendarahan saat bercukur.

Disisi lain ada Tukang cukur berlisensi mengenakan biaya hingga 30 riyal untuk pencukuran. Meskipun sedikit lebih mahal, mereka menggunakan pisau sekali pakai sekali pakai dan diuji untuk penyakit menular.

 

Barber Shop Makkah

Mereka juga cenderung lebih berhati-hati saat bercukur. Tentunya layak membayar sedikit lebih banyak untuk menghindari risiko yang disebutkan di atas terkait dengan tukang cukur tanpa izin.

Ada sejumlah toko tukang cukur berlisensi di Mekah, yang buka 24 jam sehari dan umumnya hanya tutup selama waktu Shalat. Ada banyak toko tukang cukur di Zamzam Towers, kompleks perbelanjaan Hilton dan Menara al-Safwa.

Sedikit kebiasaan yang berbeda di Indonesia, ketika Anda memasuki barber shop langsung serahkan uang 10 – 30 riyal dan katakan “Botak..!! (bagi yang ingin memangkas habis, atau katakan “Rapi,” untuk yang ingin merapikan nya saja.

Jangan bayar di akhir potong, karena akan sangat rawan jika anda ditawari jasa macam – macam yang berakibat tagihan membengkak hingga 200 riyal.

Karena toko tukang cukur penuh dan menghemat uang, Anda juga memiliki pilihan untuk mencukur kepala sendiri. Anda bisa membawa gunting rambut untuk memotong rambut Anda dan menggunakan pisau cukur untuk membersihkan kepala Anda.

Jangan lupa untuk melafadzkan do’a, agar makna Tahallul dapat Anda rasakan dengan sebaik – baiknya