Sejenak Mengenal Kota Mina, Si Kota Tenda

Ibadah Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, dimana semua umat Islam yang mampu memiliki kewajiban untuk melakukan ibadah haji minimal sekali dalam seumur hidupnya. Berbicara mengenai ibadah haji, selain harus mengenal makna falsafah di balik wukuf (baca artikel  FALSAHAH DI BALIK WUKUF ), juga tak lepas dari sebuah kota kecil yang bernama Mina.

 

Mina

 

Mina adalah sebuah kota kecil yang berjarak 8 kilometer ke arah timur dari Kota Suci Makkah.  Terletak di Arab Saudi bagian barat, Kota kecil yang memiliki luas 20 kilometer persegi ini ini dikenal dengan julukan si kota tenda. Tak mengherankan memang, karena di kota ini terdapat banyak sekali tenda yang tersusun sangat rapi.

Disetiap musim haji sekitar dua hingga tiga juta jamaah Muslim membanjiri Kota Mina dari kota suci Mekkah. Jumlah jamaah haji yang membanjiri kota tenda tahun lalu (2015 M / 1437 H) sedikit berkurang seiring dengan pemotongan quota haji oleh pemerintah kerajaan Saudi. Namun saat ini quota haji pemerintah Indonesia terus bertambah, seiring dengan selesainya beberapa proyek besar kerajaan Saudi

 

450.000 Tenda Mina yang Tahan Api

 

Mina mendapat julukan sebagai Kota Tenda, ini karena berdirinya ribuan tenda yang telah disiapkan di hamparan padang pasir itu.  Meski bukan musim haji, namun ribuan tenda tetap berdiri. Menurut data dari kementrian Haji Arab Saudi, di kota Mina saat ini berdiri sekitar 450.000 tenda yang tahan api.

Tenda – tenda terbuat dari fiberglass yang dilapisi dengan serat teflon, untuk memastikan daya tahan yang tinggi terhadap api. Tenda tahan api ini dibangun secara permanen sejak peristiwa kebakaran besar pada tahun 1997 yang menewaskan sedikitnya 350 jemaah haji.

Pemerintah Arab Saudi sendiri saat ini terus berusaha untuk menambah jumlah tenda, memperluas area Mina, bahkan hingga berencana membuat sistem tenda bertingkat agar dapat menampung lebih banyak lagi jamaah haji pada tahun-tahun ke depan. Pemerintah Saudi, mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW sekitar 14 abad yang lalu.

 

Kota Mina si Kota Tenda

 

Ribuan Tenda tertata rapi di wilayah Mina, dan dibagi menjadi beberapa blok, masing-masing block dibatasi dinding. Meskipun demikian blok-blok tersebut terhubung satu sama lain. Setiap blok memiliki fasilitas dapur, kamar mandi, dan wudhu. Setiap block tenda diidentifikasi berdasarkan kode warna dan nomor, agar diketahui asal dari negaranya.

Selain dikenal sebagai tempat untuk menginap para jamaah haji, dataran kota Mina merupakan daerah yang sangat penting bagi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di sinilah, Ibrahim dan putranya, Ismail, diajarkan oleh Jibril untuk melaksanakan ibadah haji.

 

Mina dan Kisah Nabi Ibrahim

 

Ketika Ibrahim telah memasuki Mina dan turun dari Bukit Aqabah, mendadak iblis menampakkan dirinya di sisi Jumrah Aqabah. Maka, Jibril berkata kepadanya, “Lemparilah dia!” Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil dan iblis pun menghilang darinya. Kemudian, Iblis itu muncul kembali pada Jumrah Wustha. Maka, Jibril berkata kepadanya, “Lemparilah dia!” Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil dan iblis pun menghilang darinya.

Kemudian, iblis itu muncul kembali pada Jumrah Ula. Maka, Jibril berkata kepada Ibrahim, “Lemparilah dia!” Lalu, Ibrahim melemparinya dengan tujuh butir kerikil sebesar kerikil yang lazim dipergunakan untuk melempar jumrah dan iblis pun menghilang darinya. Kemudian, Ibrahim melanjutkan ibadah hajinya.

 

tenda mina

 

Meskipun sempat dirusak oleh insiden mematikan di musim haji beberapa tahun yang lalu, termasuk banjir, desak-desakan dan kebakaran, Pemerintah Saudi terus memperbaiki penyelenggaraan fasilitas haji baik untuk jamaah haji reguler maupun HAJI KHUSUS (Baca Artikel PAKET IBADAH HAJI KHUSUS TANPA ANTRI)  dalam beberapa tahun terakhir, termasuk membangun infrastruktur kereta api listrik yang menghubungkan Kota Mekkah, Arafah, Muzdhalifah dan Mina