Mengenal Sumber Mata Air Zam – zam

Berjuta Misteri air zam – zam di lingkungan Masjidil Haram, air yang layak disebut sebagai mata air kehidupan. Karena sumber ini banyak memproduksi air yang tidak hanya dibutuhkan oleh penduduk Makkah, tetapi juga oleh semua penduduk dunia. Tak terkecuali  jamaah umroh dan haji.

 

misteri air zam - zam

Inilah salah satu hal yang sangat menakjubkan dari masjid ini dan menuai rasa kekaguman tiada henti bagi mereka yang berkunjung. Mata air kehidupan tersebut tidak lain adalah sumur zam – zam yang terletak di sebelah tenggara Ka’bah dan posisinya bertentangan dengan Hajar Aswad.  Sumur ini disebut juga sumur Ismail, sebab sumur ini ditemukan dan baru ada sejak Nabi Ismail masih kecil, sebagaimana penjelasan sebelumnya.

Di sebuah cekungan bukit batu gersang, di mana curah hujan hanya 10 sentimeter per tahun, secara teoristis sangat tidak masuk akal jika di dalamnya terkandung sumber mata air bersih yang luar biasa deras, berkhasiat, dan kaya mineral.

Meski usianya sudah lebiih dari 4.000 tahun, yakni sejak putra Nabi Ismal dilahrkan, mata air ini tetap masih dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia hingga kini. Setidaknya hal ini yang masih menjadi misteri air zam – zam

Air zam – zam diketahui mengandung banyak misteri, yang sampai saat ini sudah diuraikan oleh siapa saja. Tidak banyak yang mengerti bagaimana cara sumur zam – zam ini bisa memproduksi puluhan juta liter air pada satu musim haji saja. Tanpa pernah kering satu kali pun. Belum lagi kebutuhan air dari orang-orang sekitar Mekkah, yang memang setiap harinya bergantung pada mata air zam – zam.

Semakin tidak masuk akal lagi jika dilihat dari segi geografis. Makkah termasuk daerah yang tandus dan gersang, sehingga sangat sulit untuk membuat sebuah kemungkinan bahwa air tersebut berasal dari endapan yang tersimpan pada sela-sela pohon dan lain sebagainya. Berikut misteri air zam – zam yang dapat kita tangkap dari air yang unik ini.

 

Sumber Air Zam – zam Tidak Pernah Kering

Untuk menghitung secara keseluruhan jumlah air zam – zam yang diproduksi sumur tersebut, tentu sangat susah dan tidak akan pernah mampu melakukannya. Akan tetapi, hal ini bisa kita perhitungkan dengan cara yang lebh sederhana, yaitu menghitung banyak air zam – zam yang dikeluarkan setiap musim haji.

Biasanya, jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji, dewasa ini berjumlah sekitar tiga juta orang. Semua jamaah diberi 5 liter air zam – zam ketika pulang ke tanah airnya masing-masing.

Maka, dapat dihitung banyaknya air yang diberikan untuk jamaah haji sekitar 15 juta liter. Di samping itu, selama di Mekkah, jika jamaah haji rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter dalam sehari, maka total air zam – zam yang digunakan adalah 75 juta liter.

Hal ini merupakan gambaran kecil yang menunjukan betapa luar biasanya air zam – zam ini dkonsumsi manusia, tanpa pernah kering. Puluhan juta liter bisa keluar dari sumur ini, yang terletak di tengah padang pasir kering, yang hujannya hanya 2 kali setahun.

 

Kisah Air Zam - Zam

Air zam – zam keluar dari sumur yang hanya berukuran sekitar 5×4 meter, sedalam 40-an meter, bukan dari bendungan seukuran waduk kedung ombo, misalnya.

 

Keistimewaan Air Zam – zam

Sumur air zam – zam yang tidak pernah kering dan tidak tercemar ini terdapat di Gurun Saudi Arabia. Keberadaannya senantiasa mengundang decak kagum setiap orang yang menyaksikannya. Sumber air zam – zam saat difoto satelit ternyata terhubung dengan Laut Merah atau Laut Mati dan bersatu menuju satu titik di bawah Ka’bah. Tidak heran jika air ini tidak pernah habis sepanjang zaman.

Begitu juga seputar kejernihan dan khasiatnya. Siapa yang menyangka jka air zam – zam sudah mengalami proses penyaringan sangat unik, yakni melalui bebatuan dan gurun pasir yang berlapis-lapis.

Air ini mengandung berbagai mineral dan zat yang dibutuhkan tubuh. Mineral dan elemen-elemen itu jumlahnya amat fantastis, sekitar 2 ribu miligram per liternya. Di antara mineral dan elemen tersebut adalah sodium (250), kalsium (200), potassium (20), magnesium (50), sulfur (372), bicarbonate (366), nitrat (273), fosfat (0,25) dan ammonia (6).

Dalam dunia kedokteran air semacam ini bukan hanya sehat, akan tetapi dapat menjadi obat berbagai penyakit. Tidak hanya sampai di situ saja, sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh doktor dari Universitas Yokohama Jepang, Dr. Masaru Emoto. Ia membuktikan bahwa air zam – zam yang selama berabad-abad mengalir di kawasan tempat peribadatan umat Islam itu memiliki struktur yang unik.

Dalam bukunya The True Power Of Water yang laku keras di Jepang dan Amerika, tersurat bagaimana air zam – zam memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Maka, dapat diterima dengan logis jika Rasulullah SAW pernah bersabda “Sebaik-baik air di permukaan bumi adalah air zam – zam. Padanya ada makanan yang menyegarkan dan penawar bagi segala penyakit”.

Menurut Masaru Emoto, air zam – zam memiliki sifat sensitif namun juga reaktif. Maka, jka dibacakan padanya kata-kata yang baik, air akan bereaksi positif. Sebaliknya, jika diberikan kata-kata buruk, maka air juga akan bereaksi sifat sesuai dengan makna kata-kata tersebut.

 

Hoax Seputar Sumur Zam – zam

Keunikan air ini digambarkan Masaru Emoto sebagai sebuah kristal yang bisa berstruktur indah heksagonal (segi enam) atau bahkan kristal pecahan tidak beraturan. Label baik atau buruk inilah yang pada akhirnya akan menentukan jenis kristal yang akan terbentuk nantinya.

Di sisi lain, pada tahun 1971, seorang doktor dari Mesir mengatakan kepada Press Eropa bahwa air zam – zam itu tidak sehat untuk di minum, dengan asumsi bahwa kota Mekkah itu ada di bawah garis permukaan laut.

 

Bangunan Ka'bah

Ia berdalih bahwa air zam – zam berasal dari sisa buangan penduduk kota Makkah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur zam – zam. Tentu saja hal ini merupakan analisa yang merugikan dunia Islam.

Berita ini kemudian sampai ke telinga Raja Faisal yang saat itu masih menjadi raja. Selanjutnya, raja Faisal memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, serta mengirmkan sampel air zam – zam ke laboratorium – laboratorium di Eropa.

Hal ini bertujuan untuk diteliti secara lebih mendalam, agar dapat membuktikan dan membantah tuduhan yang berasal dari seorang doktor dari Mesir tersebut.

Kemudian, Tariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di instansi pemurnian air laut untuk diminum di kota Jeddah, mendapat tugas menyelidiki air zam – zam. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum mempunyai gambaran sama sekali bagaimana sumur zam – zam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.

 

Jutaan Galon dari Sumur Kecil

Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (kira-kira 5 x4 meter). Tidak pernah terbayangkan bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya.

 

Galon Zam - Zam

Dan, itu pun berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS sampai sekarang, di mana jumlah orang yang melaksanakan haji bertambah banyak. Belum termasuk jutaan jamaah umroh dari seluruh dunia

Selanjutnya, Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia meminta asistennya untuk masuk ke dalam air zam – zam. Ternyata, air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang mempunyai tinggi badan 5 feet 8 inci. Lalu, dia menyuruh assitennya untuk memeriksa apakah mungkin ada saluran pipa di dalamnya.

Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun d tempat tersebut, juga tidak terdapat aliran air yang berasal dari pompa atau apapun bentuknya. Selanjutnya, dia berpikir mungkin saja air ini disuplai dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar.

Bila seperti itu kejadiannya maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi, dugaan ini pun  tak terbukti. Tidak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

 

Proses Uji Laboratorium Air Zam – zam

Selanjutnya, dia meminta asistennya untuk masuk lagi ke dalam sumur, menyuruhnya berdiri, dan diam di tempat tersebut sambil mengamati sekelilingnya.

Dia menyuruh untuk memperhatikan dengan sangat cermat, dan melaporkan setiap hal yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses in dengan cermat, asistennya tiba-tiba menemukan pasir halus menari-nari di bawah telapak kakinya. Dan, air itu ternyata keluar dari celah-celah pasir sehngga menjadi dasar sumur itu.

Kemudian, asstennya diminta untuk berputar mengelilingi sumur saat air tersebut dipompa untuk didistribusikan ke semua tempat yang ada di situ. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum dipompa. Dan, aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Hal ini yang menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil dan tidak ada guncangan yang besar.

Sesuai dengan pengamatan tersebut, Tariq kemudian mengirimkan sampel air ke beberapa laboratorium di Eropa dan sebagian ke laboratorium di Saudi. Sebelum meninggalkan Ka’bah, di berpesan kepada petugas di Makkah untuk menyelidiki keadaan sumur lainnya di sekitar Ka’bah.

Sesampainya di kantornya di Jeddah, dia mendapat laporan bahwa sumur-sumur lain di sekitar Makkah dalam keadaan kering, dan hanya sumur zam – zam yang airnya masih stabil.

 

 

Laboratorium zam zam

 

Mengandung Zat Anti-kuman

Hasil penelitian sampel air di Eropa dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa zam – zam mengandung zat fluorida yang mempunyai daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti kandungan dalam obat.

Lalu, perbedaan air zam – zam dibandingkan air sumur lain di Kota Makkah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium. Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zam – zam. Hal itulah mungkin yang menyebabkan air zam – zam mempunyai efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.

Hasil laboratorium Eropa juga menunjukkan bahwa air zam – zam layak dan sehat untuk diminum. Hasil penelitian ini otomatis menjawab prasangka yang dibuat oleh doktor dari Mesir tersebut.

Keistimewaan lain dari air zam – zam adalah komposisi dan rasa kandungan garamnya yang stabil dan selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. Hal tersebut biasanya diakui oleh semua jamaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.

Tidak ada yang komplain mengenai komposisi dan rasa dari air zam – zam tersebut. Air ini juga tidak pernah dicampur bahan kimia apapun, murni air yang sangat sehat. Satu kehebatan lagi, sumur air zam – zam tak pernah ditumbuhi lumut. Padahal di seluruh dunia sumur itu selalu ditumbuhi lumut dan tumbuhan mikroorganisme.

 

Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Dengan berbagai komponen yang terdapat pada air zam – zam yang unik ini, maka tidak mustahil jika air ini uga berfungsi sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Metode penyembuhan melalui air zam – zam tidak hanya berdasarkan data yang kosong tetapi melalui pendekatan ilmiah.

Sehingga, kita selalu mendapatkan fakta bahwa pada beberapa jamaah haji yang saat berangkat ke Makkah terjangkit beberapa penyakit, setelah sampai di Makkah dan mengonsumsi air zam – zam ini, penyakit yang dideritanya sembuh secara perlahan-lahan.

Dan, pada saat kembali ke tanah air, ia menjadi segar bugar kembali. Selan beberapa yang biasa kita dapatkan langsung dari pelakunya, kita juga mendapatkan beberapa riwayat shahih yang menjelaskan tentang kebenaran hal tersebut. Jadi, tidak ada alasan bagi siapa saja untuk menolak tentang keajaiban air yang multifungsi ini.

Keajaiban struktur air zam – zam telah dibuktikan oleh Masaru Emoto dalam sebuah penelitian yang telah dilakukannya sejak 1994. Ia mengungkapkannya saat menjadi pembicara di Malaysia.

Saat itu, ia membawa beberapa slide mengenai sampel air yang diambilnya dari berbagai sumber. Seperti sungai, laut, telaga, mata air, dan sebagainya. Dari sana terkumpul sebanyak seribu bentuk kristal air.

 

Susunan Molekul yang Teratur

Beberapa molekul air yang ditelitinya berbentuk tidak teratur, kecuali molekul zam – zam. Susunan molekul air zam – zam mempunyai struktur yang sangat indah, teratur, cantik. Layaknya berlian yang berkilauan, dan memancarkan lebih dari 12 warna, jika dibekukan.

Saat itu, Masaru Emoto bertanya pada para peserta seminar tentang air yang mempunyai molekul indah dan unik tersebut. Pada saat tidak ada seorang pun yang bisa menjawab, seorang peserta menjawab bahwa kemungkinan molekul indah itu molekul air zam – zam. Sebab, itu air merupakan air yang paling mulia di dunia.

Ternyata yang disampaikan peserta tersebut terbukti benar. Sehingga, penelitian Masaru Emoto menunjukkan bahwa molekul air zam – zam memang paling cantik dan indah diantara molekul air lainnya.

Kemudian, Masaru Emoto menerangkan bagaimana sebuah kata bisa mempengaruhi bentuk molekul air. Dalam kesempatan itu, dia juga meminta peserta untuk menguji sendiri bentuk molekul yang diinginkannya.

Salah seorang peserta diminta untuk memberi bacaan buruk ke dalam air mineralnya, tiba-tiba molekul-molekul air membentuk struktur aneh. Sebaliknya, ketika  seseorang diminta memberikan bacaan doa pada air tadi, ternyata yang terbentuk adalah molekul air seperti berlian dan berkilau.

Itu membuktikan bahwa bila air dberikan bacaan buruk, maka ia akan bersifat tidak baik. Sebaliknya, bila diberikan bacaan baik, air akan bersifat positif.

 

Lokasi Sumur

8 Fakta Keajaiban Air 

Beberapa penelitian dan percobaan tersebut, maka dapat disimpulkan 8 fakta keajaiban air. Hal ini tentunya juga berkaitan dengan misteri air zam – zam yang setiap saat berada. Utamanya di sebuah tempat yang dipenuhi dengan bacaan-bacaan baik. Berikut kedelapan fakta seperti dikutip oleh Fiqih Islam, antara lain:

  1. Tidak semua air sehat dan jernih membentuk struktur kristal jika dibekukan. Hanya air sehat dan berada di lingkungan yang menyenangkan serta baiklah yang bisa membentuk struktur kristal.
  2. Struktur molekul air dipengaruhi oleh getaran, musik, kekuatan pemikiran, doa, kata-kata, atau tulisan yang ditempelkan (dilabelkan)
  3. Air zam – zam dari Makkah ketika dibekukan dan difoto, membentuk kristal segi enam jernih dan sempurna.
  4. Air bisa berpengaruh positif dan negatif. Karena itu, sangat disarankan untuk berdoa sebelum meminumnya.
  5. Air dari perairan yang tercemar, air ledeng, beracun, dan dipanaskan, tidak akan pernah mebentuk kristal.
  6. Air yang diberikan lantunan musik klasik atau doa setelah dibekukan dan difoto, di bawah mikroskop. Dari situ akan membentuk kristal segi enam berbentuk bunga yang indah. Hal ini akan berbeda jika diperdengarkan musik keras (heavy metal).
  7. Meditasi dan do’a bersifat sementara untuk mempengaruhi molekul air. Buktinya, upacara ritual dan meditasi yang dilakukan tidak secara terus-menerus. Jika dilakukan di sebuah perairan yang kotor dan berbau, hanya mengubah bau untuk sementara waktu saja.
  8. Lantunan doa yang terus diperdengarkan sepanjang zaman seperti yang terjadi pada sumber air zam – zam , dipercaya membuat kualitas molekul airnya bertambah bagus. Seperti kristal heksagonal yang berpendar teratur dan berwarna indah.

itulah beragam Misteri Air Zam – zam yang akan selalu menjadi bahan penelitian yang menarik. Setiap jamaah dari BIRO UMROH telah mendapatkan jatah 5 liter air zam – zam, namun kenyataan nya sumur ini tidak pernah kering. Belum lagi terhitung kandungan manfaat dan khasiatnya.