Umroh, Sebuah Perjalanan Ibadah

Segini Uang Saku Ideal untuk Jamaah Umroh –  Umroh adalah sebuah perjalanan ibadah, berbicara soal perjalanan untuk beribadah umroh bukan saja membahas sekadar ibadah. Banyak faktor yang harus dipersiapkan, termasuk soal uang saku selama perjalanan.

Pergi ke tanah suci dan menjalankan rangkaian ibadah umroh sama saja Anda harus hidup di negara orang. Setidaknya selama kurun waktu 9 hari, untuk Paket Umroh Murah 9 Hari, atau bahkan lebih dari 9 hari. Selain fisik dan mental, Kebutuhan finansial pun harus dipertimbangkan.

 

Uang Saku Umroh- 9 Hari

 

Walau pada kenyataannya, biaya hotel, transportasi, makan dan bahkan oleh – oleh 5 liter zam – zam untuk keluarga dirumah sudah termasuk biaya umroh. Tapi tetap saja ada kebutuhan lain yang tidak dicover.

Sebut saja beli jajan atau kuliner, oleh-oleh, parfum, atau membayar ongkos bus untuk umrah sunnah maupun acara tambahan diluar paket yang sudah di tentukan oleh biro.

Nah, untuk itu, Anda harus memperhitungkan dengan baik seberapa besar uang yang harus Anda bawa. Tentu saja biro umroh tidak membatasi berapa jumlah uang saku yang akan dibawa jamaah nya. Namun  hanya menghimbau untuk membawa uang seperlunya saja.

Terkait dengan baiknya membawa rupiah, riyal, atau dollar, Juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah yang besar. Karena kita dapat memanfaatkan ATM di dekat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

 

Bekal Ibadah Umroh

Selain memikirkan bekal berupa uang saku, ada baiknya kita memikirkan bekal yang benar – benar harus dipersiapkan oleh jamaah umroh. Secara garis besar ada tiga Bekal yang harus dipersiapkan.

Pertama adalah bekal iman dan taqwa. Perjalanan umroh adalah erjalanan spiritual untuk memenuhi panggilan Allah beribadah di Baitullah, karena nya harus disiapkan sebaik-baiknya. Senantiasa mengikuti kegiatan manasik dan bimbingan yang diselenggarakan oleh Biro Umroh.

Termasuk dalam bekal iman dan taqwa ini adalah bekal kesabaran yang ekstra. Perjalanan umroh akan dijumpai banyak rintangan dan kesulitan, apapun itu bentuk ujian nya.

Diperlukan ekstra kesabaran yang lebih dari biasanya. Selalu ada kisah dan pengalamn  yang dapat menjadi bahan instrospeksi. Allah SWT dalam Firman QS Al Baqarah ayat 197 menyebutkan :

 

Al Baqarah 197 Umroh- bekal

 

Kedua adalah bekal kesehatan. Seluruh rangkaian  ibadah umroh merupakan rangkaian ibadah yang  memerlukan kesehatan dan stamina fisik yang prima. Setidaknya dari mulai penerbangan umroh selama 9 -12 jam, dilanjutkan dengan tawaf, sai, dan lain sebagainya.

Dan bekal yang Ketiga adalah finansial untuk membayar biaya umroh dan uang saku untuk berjaga -jaga membiayai berbagai keperluan selama berada di tanah suci.

 

Living Cost dan Oleh – Oleh

Untuk kebutuhan biaya hidup (living cost) selama di tanah suci, masalah ini sangat personal. Tidak bisa dipukul rata. Ada jamaah yang mau jajan mamupun belanja banyak, atau mereka yang jajannya tidak mau banyak pun ada.

Namun yang pasti jangan sampai perhitungan bekal uang saku umroh nanti nya justru lebih di utamakan daripada bekal ibadah itu sendiri. Atau bahkan akan membatalkan niat suci Anda untuk beribadah umroh.

Terkait dengan rincian anggaran yang mungkin akan dihabiskan jamaah umroh, kami coba  merincikannya kebutuhan selama beribadah  kepada Anda.

 

  1. Harga All In

Sebenarnya paket umroh apapun yang diikuti oleh jamaah di www.biroumroh.co.id, sebenarnya kebutuhan primer para jamaah selama beribadah di tanah suci sudah termasuk dalam paket harga yang ditawarkan.

Sebut saja Tiket pesawat sejak dari tanah air hingga sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz Madinah hingga kembali ke tanah air. semua sudah termasuk dalam harga yang ditawarkan.

Tak hanya tiket pesawat, namun hotel berbintang, makan prasmanan 3 kali sehari dengan menu Indonesia, hingga transportasi selama ziarah dan city tour semua sudah disediakan oleh  biro perjalanan haji dan umroh,  sehingga para jamaah cukup membawa uang saku yang tidak terlalu banyak.

Lantas apa guna nya membawa uang saku? Tetap Ada, yakni untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang tidak disediakan oleh hampir semua biro umroh dan haji khusus. Sebut saja (dan mungkin yang paling banyak di pikiran calon jamaah) adalah untuk membeli oleh-oleh.

Hampir dapat dipastikan jamaah Indonesia, oleh kalangan pedagang di Saudi terkenal dengan hobi belanjanya. Sepulang dari beribadah umroh kalau tidak membawa oleh-oleh, maka tidak lengkap rasanya. Padahal anggapan ini salah besar.

 

  1. Belanja Hemat

Berbagai jenis toko oleh – oleh tersebar di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, hingga Corniche Center Di Balad, Jeddah.

Tasbih, minyak wangi, jam tangan, sajadah, beraneka ragam dan bemacam harganya. Jika ingin membeli yang murah hingga dapat menghemat uang saku dalam perjalanan umroh.

Carilah toko yang memanjang tulisan berlabel “everything 2 riyal” atau “everything 5 riyal”. Harganya relatife sama, yakni 2-5 riyal per item. Disana dapat ditemukan berbagai macam barang seperti tasbih, sajadah, mainan anak – anak, kosmetik, hingga parfum.

Ada harga ada rupa, demikian rumus dalam kegiatan pedagangan pada umumnya. Jika ingin membeli barang dengan kualitas yang sama, tentu saja harus merogoh kocek uang saku lebih dalam lagi. Ada tasbih seharga 30 riyal (sekitar Rp.120 ribu).

Baju gamis pria ataupun abaya wanita mulai 30 hingga 200 riyal (Rp. 120 ribu – 800 ribu), atau barang dengan yang kualitas biasa, seharga 25 – 40 riyal yang rata – rata diimpor dari Tiongkok.

Oleh-oleh lain yang tak kalah menghabiskan jatah uang saku tentu saja kurma, kacang-kacangan hingga permen coklat. Soal Harga,  sangat variatif tergantung jenisnya.

Untuk kurma ajwa (kurma Rasul) harga perkilo nya mencapai 125 riyal (sekitar Rp.400 ribu) hingga kurma yang murah sekitar 30 hingga 50 riyal per kilo nya. Bila tidak ingin membeli dalam jumlah banyak, pernjualan dalam kemasan-kemasan kecil pun tersedia.

  1. Keperluan Sekunder Lain nya

Keperluan sekunder lain yang cukup menguras uang saku saat perjalanan umroh adalah pulsa maupun membeli kartu perdana  Operator Komunikasi Selama Di Tanah Suci. Dari pengalaman jamaah biroumroh.co.id sendiri, memang tak ada salahnya menggunakan kartu operator lokal.

Sebut saja Mobily, STC, Zain, dll dibanding dengan kartu dari Indonesia. Selain pulsa nya mudah didapat, menggunakan operator lokal saudi konon lebih hemat biaya roaming maupun paket data jika dibandingkan dengan operator tanah air.

Bagi yang ingin Beribadah Umroh Sambil Berwisata Kuliner menikmati sajian makanan lokal khas saudi maupun Timur Tengah pada umumnya, siapkan juga uang saku yang cukup untuk keperluan yang bersifat pribadi itu.

Harga yang terjangkau hampir sama dengan masakan di tanah air. Sekali makan yang tidak terlalu mewah harganya sekitar 10 hingga 15 riyal. Teh susu hangat seharga 1 riyal atau kebab dengan harga sekitar 4 riyal boleh jadi merupakan favorit jamaah haji maupun umroh dari Indonesia.

 

Bergantung Jumlah Hari

Finalnya uang saku selama perjalanan umroh sangat bergantung dengan kesukaan maupun kebutuhan calon jamaah untuk sekedar jajan mampun membeli oleh-oleh. Namun “rumus” yang umum dipakai adalah Jumlah Hari X Perkiraan Pengeluaran Perhari.

Ditambah dengan uang cadangan. Misalkan dengan paket umroh murah  9 hari, dengan jumlah hari efektif 7 hari (4 hari di Mekkah dan 3 hari di Madinah) budget maksimal pengeluaran rata – rata perhari sekitar Rp 400 ribu (100 riyal), maka bawa saja sekitar Rp 3 juta. Ditambah cadangan + Rp 1juta.

Bila ingin membawa tunai, alangkah lebih baik jika membawa pecahan 100 riyal maupun 100 dollar, untuk sekedar mempersiapkan kebutuhan jajan hari pertama, dan sisanya dapat disimpan di bank dengan Memanfaatkan ATM Selama Di Saudi.

Atau dapat  dengan menukarkannya di money changer yang banyak tersebar di jalan sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Membawa uang saku yang tersimpan dalam kartu ATM saat perjalanan umroh akan sangat terasa apabila pesawat yang kita tumpangi transit di negara ketiga. Contoh saja ketika Penerbangan Umroh Transit Di Doha, Dubai, Abu Dhabi, dll.

 

Kartu ATM GPN Umroh-haji

 

Namun taka da salnya Anda membawa uang tunai dalam pecahan Dollar. Nilai tukar mata uang dollar ke riyal juga relatif lebih stabil (1 USD : 3.75 SAR) bila dibandingkan dengan rupiah.

Terkadang konversi kurs saat kita mempergunakan ATM selama di saudi juga lebih tinggi dibandingkan dengan ketika kita menukarnya di money changer sekitar Masjid.

 

Cukup dengan Rp. 3.000.000 ?

Cukupkah membawa uang saku “hanya” berkisar 3 juta Rupiah? Itu bergantung pada masing-masing jamaah. Tegas dan tidak mudah tergoda, merupakan kunci utama dalam mempersiapkan uang saku selama perjalanan umroh.

Barang maupun makanan apa saja yang mau dibeli, siapa yang akan diberi dan dimana tempat belanja yang tepat, merupakan pertimbangan yang harus dengan cermat diperhitungkan.

Kalo mau membawa lebih dari estimasi diatas akan lebih baik untuk berjaga-jaga. Tapi apabila uang saku umroh yang dimiliki kurang dari estimasi diatas, anda tak perlu khawatir dan jangan sampai mengurungkan niat Anda untuk beribadah umroh.

Karena untuk keperluan primer selama perjalanan, seluruhnya sudah ditanggung (atau lebih tepatnya sudah termasuk dalam komponen biaya umroh) oleh biro perjalanan umroh.

Semoga bermanfaat